Top
Begin typing your search above and press return to search.

Menpora inginkan terobosan pembiayaan rawat fasilitas baru NPC

Menpora inginkan terobosan pembiayaan rawat fasilitas baru NPC
X

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kedua kanan) mencoba faislitas olahraga Paralymlic Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (15/2026). (Humas Kemenpora RI)

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menginginkan adanya terobosan dalam pembiayaan untuk merawat fasilitas Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, agar kualitasnya tetap terjaga setelah selesai dibangun.

"Saya berharap setelah fasilitas ini terlengkapi, kondisinya tetap terawat. Untuk itu perlu terobosan mekanisme administrasi agar perawatan yang sudah ada kerja sama dengan swasta tidak terhambat atau pendanaannya mandek," kata Erick Thohir dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Minggu.

Menpora menyampaikan keinginannya itu kepada pihak NPC Indonesia dalam kunjungannya meninjau fasilias Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Sabtu (14/2).

Pusat pelatihan olahraga untuk atlet disabilitas itu dibangun di atas lahan seluas 80.262 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 34.346 meter persegi.

Fasilitas yang dibangun adalah gedung olahraga (GOR) dan gedung asrama yang terdiri atas dua menara rumah susun setinggi empat lantai dengan kapasitas 188 kamar yang mampu menampung hingga 392 atlet.

Tahap pertama pembangunan fasilitas olahraga yang berlokasi di kaki Gunung Lawu itu dimulai pada Desember 2023 hingga selesai pada Desember 2024.

Menpora berharap setelah tahapan pembangunan dituntaskan, perawatan dapat dilakukan secara rutin tanpa terkendala pendanaan, sehingga perlu ada terobosan dalam mekanisme administrasi.

Dia menjelaskan bahwa Kemenpora telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan fasilitas olahraga yang dibangun oleh pemerintah pusat maupun daerah agar dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Menurutnya, komersialisasi fasilitas olahraga dapat dilakukan sepanjang bertujuan untuk mendukung perawatan aset tersebut.

"Sudah banyak pemerintah membangun fasilitas olahraga, tetapi perawatannya tidak berjalan lancar. Ini yang harus menjadi perhatian dan bahan introspeksi," katanya.

Menpora juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pengelolaan aset olahraga agar fasilitas yang dibangun pemerintah dan diserahkan kepada NPC maupun organisasi olahraga lainnya tetap terawat sesuai dengan payung hukum yang berlaku.

Dia juga menyampaikan bahwa untuk membantu pembiayaan perawatan itu pihaknya melalui mekanisme hibah.

"Semoga bisa berjalan dan aset yang menjadi yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara ini, dapat terus dipertahankan kualitasnya," katanya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire