Top
Begin typing your search above and press return to search.

Persaingan sengit MILKLIFE SOCCER CHALLENGE Jakarta & Solo Seri 2

MilkLife Soccer Challenge Jakarta & Solo Seri 2 2025–2026 melahirkan juara baru dan mencatat peningkatan kualitas sepak bola putri usia dini.

Perhelatan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta dan Solo Seri 2 2025–2026 mencapai partai puncak setelah melalui rangkaian laga kompetitif yang memperlihatkan peningkatan kualitas signifikan.

Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B (KU 10) dan SDN Mampang 3 (KU 12) sukses menaklukkan lawan-lawannya untuk merebut gelar juara. Sementara di Solo, MIN 9 Sragen (KU 10) dan SDN Kristen Manahan (KU 12) tampil dominan di partai final masing-masing kategori.


Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia sejak usia dini.

Menurutnya, MLSC kini telah memasuki tahun ketiga dengan perkembangan kualitas yang semakin konsisten.

“MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten,” ujar Teddy.

Ia menambahkan, jenjang pembinaan berikutnya adalah Hydroplus Soccer League, yang menjadi tahap lanjutan dari kompetisi ini.


Teddy menilai seri Jakarta dan Solo musim 2025–2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan, baik dari sisi kualitas permainan maupun jumlah peserta.

Di Solo, MLSC Seri 2 berlangsung pada 10–15 Februari 2026 di Lapangan Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar. Turnamen ini diikuti 1.618 siswi dari 90 SD dan MI, terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12.

Sementara itu, MLSC Jakarta Seri 2 digelar pada 12–15 Februari 2026 di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, dengan partisipasi 2.319 siswi SD dan MI dari Jakarta dan sekitarnya.

“Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambah Teddy.


Asisten Pelatih MLSC Jakarta Seri 2, Rici Vauzi, menilai seleksi pemain dalam turnamen ini berfokus pada teknik dasar, insting permainan, serta mental juara.

Menurutnya, keberhasilan SDN Cilangkap 01 B (KU 10) dan SDN Mampang 3 (KU 12) meraih gelar perdana menunjukkan bahwa persaingan semakin merata.

“Perbedaan antara pemain yang menguasai permainan dan yang baru belajar terlihat dari kecepatan membaca situasi, ketepatan mengoper, kemampuan menahan tekanan, serta keberanian mengambil risiko,” jelas Rici.


Pada partai final MLSC Solo Seri 2 2025–2026, MIN 9 Sragen meraih trofi KU 10 usai menundukkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0.

Kemenangan tersebut ditentukan hattrick Salsabilla Mustika Prasetyo yang membuka keunggulan pada menit keenam. Di lini pertahanan, Keisha Fathin Azzahra tampil disiplin menjaga area pertahanan sehingga timnya tak kebobolan.

Dominasi tersebut menegaskan kualitas pembinaan yang semakin merata di tingkat sekolah dasar.


MilkLife Soccer Challenge dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, sportivitas, dan keberanian bagi para pemain muda.

Dengan peningkatan kualitas dan jumlah peserta setiap tahun, turnamen ini memperkuat fondasi regenerasi sepak bola putri nasional menuju level kompetisi yang lebih tinggi. (Irza Farel)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire