Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pabersi Bali bantah jadi penyebab Wahyu Surya batal ke kejuaraan dunia

Pabersi Bali bantah jadi penyebab Wahyu Surya batal ke kejuaraan dunia
X

Tangkap layar foto atlet angkat berat asal Buleleng I Gede Wahyu Surya Wiguna yang singgung Pabersi Bali terkait gagalnya tampil di kejuaraan dunia, Denpasar, Jumat 10/4/2026. (ANTARA/ho-Instagram Wahyu Surya)

Pengurus Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Bali luruskan membantah jadi penyebab atlet angkat berat asal Buleleng I Gede Wahyu Surya Wiguna batal tampil pada kejuaraan dunia International Powerlifting Federation (IPF) 2026.

“Membantah sekali karena pertandingannya bukan kita yang mengirim ke tingkat internasional, kami tidak punya kewenangan untuk mengirim atlet ke internasional,” ucap Ketua Pabersi Bali I Komang Suantara saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat.

Diketahui sebelumnya Wahyu Surya mengunggah kekecewaannya di media sosial karena gagal tampil di Druskininkai, Lithuania.

Ia gagal maju karena tidak mendapat rekomendasi dan membutuhkan dana jaminan Rp339 juta sebagai deposit yang apabila tes doping sesuai standar World Anti-Doping Agency (WADA) menunjukkan ia bersih, maka uang akan dikembalikan.

Dalam narasi unggahannya, Wahyu Surya menyebut dana jaminan ini diminta oleh Pabersi Bali, sehingga Ketua Pabersi Bali angkat bicara bahwa itu tidak benar.

Kepada ANTARA, Komang Suantara menjelaskan bahwa mulanya Wahyu Surya merupakan atlet berprestasi yang aktif di bawah sebuah klub swasta.

Akhirnya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali di bawah Pabersi Buleleng ia keluar sebagai juara dan digadang-gadang oleh pengurus provinsi untuk melangkah ke Pra PON 2027 dan PON 2028.

Peran Pabersi Bali sendiri ada untuk atlet yang hendak melangkah ke tingkat nasional, sehingga ada tahapan yang semestinya dijalankan terlebih dahulu.

“Memang kalau kita atlet Bali belum sampai kita bisa bicara di internasional, di tingkat nasional pun kita kalah, kalah dengan Kalimantan Timur, Lampung, Jawa Barat, itu memang atlet yang tangguh semua, jadi belum berkibar di tingkat nasional tahu-tahu menyampaikan di media sosial akan dikirim ke internasional tapi tidak ditanggung bahkan dimintai uang ini salah,” ujarnya.

Meski bukan kewenangan pengurus provinsi, Komang Suantara mengatakan mereka tetap meminta arahan PB Pabersi terkait permohonan Wahyu Surya.

Akhirnya pengurus besar di pusat memberi informasi terkait dana jaminan tersebut, dan Pabersi Bali hanya menyampaikan ke atlet muda tersebut.

Sayangnya, terjadi kesalahpahaman informasi seolah-olah pengurus provinsi enggan mendukung pendanaan atlet.

“Jadi ada informasi dari PB, belum kami jawab suratnya, baru dapat informasi dan kami sampaikan ke Wahyu nanti kalau berangkat ada tes doping segala macam kalau tahu-tahu adiknya kena doping tanggung jawab di PB bukan di pengprov, nanti PB bayarkan sekian, adik sanggup tidak,” ujarnya.

Komang Suantara sendiri mengaku kaget karena kesalahpahaman tersebut justru berujung viral dan membuat atlet angkat berat dari berbagai daerah tersinggung, terutama mereka yang sudah lebih senior.

Padahal, Pabersi Bali melihat ada potensi pada Wahyu Surya yang bisa dikembangkan bertahap agar nantinya melalui PB di pusat ia bisa dikirim ke kejuaraan internasional.

“Kalau sudah sesuai tahap kami pasti sangat mendukung, pasti kami akan laporkan pada KONI Bali bahwa kita punya atlet berprestasi, sebetulnya atlet ini kami gadang-gadang untuk lolos paling tidak Pra PON, tapi karena dia mungkin banyak kenalan di klub jadi diiming-imingi dia,” ujar Komang Suantara.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire