BMKG: Waspadai gelombang 2,5 meter di laut NTT hingga 2 Desember 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 29 November hingga 2 Desember 2025.
“Waspadai potensi gelombang mencapai 2,5 meter hingga 2 Desember 2025 di laut NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, Sabtu.
Ia menjelaskan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan terdampak potensi tersebut pada Sabtu (29/11) hingga Selasa (2/12).
Pada 29 November 2025, pukul 08.00 Wita hingga 30 November 2025, pukul 08.00 Wita, potensi gelombang 1,25-2,5 meter dapat terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor–Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote dan perairan selatan Timor–Rote.
Pada 30 November 2025, pukul 08.00 Wita hingga 01 Desember 2025, pukul 08.00 Wita, kondisi serupa berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor–Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote dan perairan selatan Timor–Rote.
Pada 1 Desember 2025, pukul 08.00 Wita hingga 2 Desember 2025, pukul 08.00 Wita, potensi tersebut dapat terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, Perairan selatan Alor–Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote dan perairan selatan Timor–Rote.
Ia mengatakan pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4 hingga 25 knot. Awan cumulonimbus (awan gelap seperti bunga kol) juga perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan tinggi gelombang serta arah angin secara signifikan.
Ia mengingatkan pengguna perahu nelayan untuk berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Operator kapal tongkang juga diminta waspada bila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang hingga 1,5 meter.
Yandri berharap, masyarakat dan pemangku kepentingan terus mengikuti informasi resmi dan terkini dari BMKG untuk keselamatan pelayaran.




