Datangi Korban Banjir di Kudus, Kepala BNPB Sampaikan Pesan Presiden
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyatakan rasa keprihatinan atas bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus. Hal ini saat Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung kondisi lapangan dan posko pengungsian di Aula DPRD Kabupaten Kudus, Jumat (16/1).
“Bapak Presiden menyampaikan rasa prihatin dan meminta agar penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi. BNPB terus berkoordinasi dengan Bupati dan Forkopimda untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” ungkapnya.
Untuk langkah jangka pendek, BNPB bersama pemerintah daerah telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca yang dimulai sejak dua hari lalu guna mencegah banjir susulan.
“Kami berharap dalam satu hingga dua hari ke depan intensitas hujan dapat berkurang sehingga kondisi segera membaik,” kata Suharyanto.
Ditambahkan, ada satu pesawat yang ditarik dari Aceh untuk dibawa ke kawasan Muria guna mengurangi curah hujan yang sangat tinggi. Bahkan seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG curah hujan dikawasan Muria sangat tinggi, sehingga kondisi alam yang tidak mendukung akhirnya terjadi banjir dan longsor.
Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjelaskan, bencana hidrometeorologi tersebut berdampak cukup luas. Tercatat 2 kecamatan terdampak longsor dan 7 kecamatan terdampak banjir, dengan 38 desa terdampak, sekitar 47.000 jiwa terdampak, 2.000 warga mengungsi, dan tersebar di 11 titik pengungsian.
“Kami bersyukur soliditas Forkopimda, relawan, dan seluruh unsur terus terjaga. Saat ini kebutuhan dasar para pengungsi pada prinsipnya telah terpenuhi,” ujar Sam’ani.
Bupati menambahkan, dukungan logistik berasal dari berbagai pihak, di antaranya BNPB, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bulog, serta sektor swasta. Meski demikian, masih dibutuhkan tambahan bantuan berupa popok (diapers), minyak angin, dan pakaian dalam.
“Logistik cukup, tetapi kebutuhan spesifik pengungsi tetap kami pantau agar penanganan benar-benar optimal,” tambahnya.
Terkait penyebab banjir, Bupati menjelaskan bahwa beberapa sungai merupakan kewenangan pemerintah pusat di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Normalisasi Sungai Wulan telah dilakukan, sementara Sungai Juwana (JU 1 dan JU 2) masih memerlukan penanganan lanjutan.
Selain itu, terdapat dua jembatan kuno dengan struktur penyangga di bawah jembatan yang menghambat aliran air. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Kudus mengusulkan pembangunan empat embung tambahan di Desa Setrokalangan, Banget, Mejob




