Top
Begin typing your search above and press return to search.

KemenPPPA koordinasi dengan pemda pantau kasus anak tewas akibat senpi

KemenPPPA koordinasi dengan pemda pantau kasus anak tewas akibat senpi
X

Ilustrasi: jenazah. ANTARA/Ardika

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berkoordinasi dengan UPTD PPA Kabupaten Siak, Polres Siak, dan Dinas Pendidikan setempat, memantau penanganan kasus anak SMP yang tewas akibat senjata api (senpi) rakitan di Kabupaten Siak, Riau.

"Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) telah mengawal kasus tersebut serta berkoordinasi dengan Polres Siak dan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan setempat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, UPTD PPA Siak sejauh ini telah melakukan penguatan kepada keluarga korban dan teman-teman korban yang menjadi saksi dalam peristiwa tersebut. Pihaknya mendorong agar proses hukum tetap berjalan agar hak anak yang meninggal dunia mendapatkan kepastian penyebab kematian dan tidak ada stigma negatif pada anak.

"Kementerian PPPA mendukung pendalaman kasus ini sesuai kebijakan dan peraturan perundangan yang berlaku agar kedepannya tidak terjadi lagi peristiwa serupa," kata Indra Gunawan.

Sebelumnya, terjadi insiden ledakan di SMP swasta di Siak yang menewaskan seorang siswa laki-laki berinisial MA (15) pada Rabu 8 April 2026. Peristiwa terjadi saat korban mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan, yang kemudian terjadi ledakan dan menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala.

Awalnya korban dan teman-temannya diberikan tugas oleh guru mata pelajaran sains untuk membuat alat sains. Korban bersama teman-temannya kemudian membuat alat yang menyerupai senapan. Alat tersebut diketahui telah beberapa kali diuji coba di rumah dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Rencana awal, alat tersebut akan diserahkan kepada guru pada 8 April 2026, namun karena guru yang bersangkutan sedang bertugas mengawasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sekolah lain, penyerahan ditunda. Sebelum penyerahan, korban berinisiatif melakukan uji coba di sekolah. Namun nahas, ketika korban melakukan uji coba alat, terjadi letusan yang mengenai bagian kepala sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire