Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemerintah lakukan modifikasi cuaca atasi cuaca ekstrem di Jawa-Bali

Pemerintah mulai hari ini telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah untuk mengatasi cuaca ekstrem di sejumlah daerah termasuk di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali dengan sejumlah daerah masih dipantau kondisinya.

Pemerintah lakukan modifikasi cuaca atasi cuaca ekstrem di Jawa-Bali
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Pemerintah mulai hari ini telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah untuk mengatasi cuaca ekstrem di sejumlah daerah termasuk di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali dengan sejumlah daerah masih dipantau kondisinya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah pemerintah daerah terkait pelaksanaan operasi modifikasi cuaca menghadapi potensi cuaca ekstrem termasuk peningkatan potensi hujan.

"Dengan BNPB dan juga dengan pemerintah provinsi bahwa mulai hari ini dalam rangka mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem tadi, BMKG dan BNPB akan memulai operasi modifikasi cuaca yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah dan di Bali. Ini mulai hari ini," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

"Kemudian untuk DKI Jakarta juga akan terus dipantau kondisinya, jika diperlukan juga BPBD di DKI Jakarta juga akan membiayai pelaksanaan operasi modifikasi cuaca," tambahnya.

Terkait cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya menyebut itu terjadi karena kemunculan bibit siklon 90S dan 93S di selatan Jawa dan sekitar Samudera Hindia.

Dampak dari bibit siklon itu adalah peningkatan curah hujan, termasuk yang terjadi di sebagian wilayah Jawa, Bali sampai dengan Nusa Tenggara.

Dia menyebut OMC dilakukan berbasis situasi di wilayah tertentu untuk menekan curah hujan 20 hingga 40 persen.

"Harapannya nanti lahannya sendiri itu bisa lebih siap atau dampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi dapat ditekan," tuturnya.

Terkait hal itu, dia meminta kepada semua pihak terkait untuk terus menjaga kondisi drainase, terus melakukan normalisasi sungai dan menjaga sempadan.

"Kalau kita prediksi mungkin sampai dengan beberapa hari ke depan masih terjadi akan kita lakukan," demikian Teuku Faisal Fathani.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire