Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemudik diminta tingkatkan kewaspadaan di Nagreg terkait cuaca ekstrem

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung meminta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan sehubungan dengan terjadinya cuaca ekstrem di daerah tersebut.

Pemudik diminta tingkatkan kewaspadaan di Nagreg terkait cuaca ekstrem
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung meminta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan sehubungan dengan terjadinya cuaca ekstrem di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo di Nagreg, Minggu, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan pemudik karena jalur Nagreg hingga ke perbatasan Jawa Tengah memiliki kontur jalan berbukit dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam dan semakin berbahaya ketika cuaca ekstrem melanda.

Salah satunya, diceritakan Eric ketika hujan deras turun berkali-kali di Nagreg pada Sabtu (14/3) yang menyebabkan satu pohon di turunan Cikaledong tumbang pada malam harinya dan mengakibatkan arus kendaraan cukup tersendat sekitar satu jam.

"Untungnya tidak timbul korban, dan proses penanganan langsung dilakukan oleh banyak tim ada damkar, ada dishub, ada kepolisian, ada BPBD sehingga kurang dari sejam pohon sudah dapat dievakuasi dan lalu lintas lancar. Karenanya kita butuh kewaspadaan," kata Eric.

Sebagai antisipasi juga, Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung itu mengimbau lebih baik masyarakat tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk mudik, tapi memilih ikut kegiatan mudik gratis dari berbagai instansi dan pemerintah daerah, ataupun menggunakan kendaraan umum.

Namun jika terpaksa mudik menggunakan kendaraan roda dua, lanjut dia, pemerintah meminta masyarakat menghindari bonceng tiga atau lebih dan tidak menambah space bagasi di bagian belakang sepeda motor.

"Itu sangat membahayakan karena sejatinya kestabilan motor sudah diciptakan oleh insinyur-insinyur untuk hanya untuk mengangkut orang bukan barang. Jadi begitu kita mengangkut barang mati, itu kestabilannya hilang," katanya.

Dia juga meminta masyarakat terutama yang menggunakan sepeda motor, tidak mudik malam hari jika melalui Jalur Nagreg, karena sangat membahayakan sehubungan dengan kontur jalan yang berkelok dan berbukit dari kawasan tersebut hingga perbatasan Jawa Tengah.

Selain itu, untuk pemudik dengan kendaraan pribadi secara umum juga diingatkan untuk mempersiapkan semaksimal mungkin perjalanan mudiknya.

Persiapan itu pertama dilakukan pada kendaraan yang akan digunakan yang meliputi mesin, kaki-kaki kendaraan, ban, lampu hingga sistem pengereman, karena sangat vital bagi keselamatan perjalanan.

Kemudian selain aspek kendaraan, Eric menekankan kesiapan fisik juga diperlukan bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas mudik Lebaran 2026.

"Mohon buat masyarakat sebelum kita melaksanakan ritual mudik melakukan perjalanan betul-betul kondisi kendaraan diperiksa baik itu kondisi mesin, ban dan juga rem, juga alat tambahan yang wajib ada pada kendaraan seperti dongkrak, apar, safety belt, itu betul-betul harus diperiksa agar semuanya berfungsi dengan baik. Fisik juga harus diperhatikan jangan memaksakan diri kalau lelah, segera istirahat," ucapnya.

Sepanjang jalur mudik di Nagreg, tambah Eric, banyak lokasi posko bersama yang bisa dimanfaatkan bagi warga pemudik sebagai lokasi istirahat sebelum melanjutkan perjalanan, guna memastikan keamanan dan kenyamanan sampai kampung halaman.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire