Polres Karawang ungkap kasus pelajar menyerang bapaknya hingga tewas

Polres Karawang mengungkap kasus seorang pelajar yang menyerang bapaknya dengan senjata tajam hingga meninggal dunia di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
"Petugas dari Satuan Reserse PPA-PPO (Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perlindungan Orang) Polres Karawang telah melakukan pengecekan lokasi penusukan di Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang," kata Kasie Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan, di Karawang, Kamis.
Peristiwa penyerangan yang dilakukan seorang anak laki-laki terhadap bapaknya itu terjadi pada Rabu (28/1) sekitar pukul 03.30 WIB di Perumahan Dinas Peruri Desa Telukjambe.
Wildan menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku yang tercatat sebagai pelajar SMA, merupakan anak korban sendiri. Pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan sebilah pisau dapur kepada bapaknya yang diketahui berinisial RA.
"Dari keterangan sementara, kejadian bermula saat pelaku terbangun dari tidurnya akibat mengalami mimpi buruk yang melibatkan korban dan ibunya," katanya.
Saat itu pelaku merasa takut mimpi tersebut menjadi kenyataan, lalu mengambil pisau dapur dan mendatangi kamar korban yang saat itu sedang tertidur. Dalam kondisi kamar yang gelap, pelaku diduga langsung menyerang korban dengan menyerang bagian bawah telinga hingga ke belakang leher.
Korban yang terbangun dalam kondisi bersimbah darah sempat keluar kamar dan meminta pertolongan sebelum akhirnya terkapar di depan rumah. Saksi yang mendengar keributan kemudian mendatangi lokasi dan mendapati korban mengalami luka robek di bagian wajah hingga leher, dada, serta kaki sebelah kiri.
Korban segera dilarikan ke RS Primaya untuk mendapatkan penanganan medis, sementara terduga pelaku diamankan oleh warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Telukjambe Pamapta Lolres Karawang bersama Satres PPA dan PPO Polres Karawang langsung melakukan olah TKP, pendokumentasian, pengamanan barang bukti berupa sebilah pisau dapur dan pakaian korban yang berlumuran darah, serta meminta keterangan para saksi.
Motif sementara dari kejadian ini diduga karena pelaku menyimpan rasa sakit hati terhadap korban yang disebut kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap ibu pelaku serta bersikap kasar kepada anak.




