Potensi cuaca ekstrim, BPBD Sleman imbau masyarakat dan pengelola wisata waspada
Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta untuk tetap mewaspadai dampak terjadinya cuaca ekstrim menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H.atau selama masa libur lebaran. Bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, petir, banjir dan tanah longsor mengancam karena curah hujan yang masih tergolong tinggi pada Maret hingga April 2026.

Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta untuk tetap mewaspadai dampak terjadinya cuaca ekstrim menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H.atau selama masa libur lebaran. Bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, petir, banjir dan tanah longsor mengancam karena curah hujan yang masih tergolong tinggi pada Maret hingga April 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sleman, Raden Haris Martapa mengungkapkan bahwa berdasar prediksi dari BMKG potensi banjir Februari–Maret 2026 dalam kategori rendah hingga menengah. Kondisi iklim D.I Yogyakarta diprediksi netral hingga pertengahan 2026. Curah hujan masih signifikan hingga Maret–April 2026 dan menurun pada Mei 2026 sebagai tanda peralihan menuju musim kemarau. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi sisa musim hujan 2025/2026, dengan melakukan mitigasi seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, serta meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan banjir dan longsor. Masyarakat diminta untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, terutama di wilayah rawan.
"Cuaca masih hujan bahkan sampai hujan deras. Sehingga seluruh mayarakat di Sleman maupun yang sedang mudik untuk berhati-hati. Menyiapkan diri dimanapun berada harus siap ketika terjadi bencana, kalau hujan deras jangan berkendara dulu," ujarnya pada jumpa pers di kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman DIY, Selasa (3/3/2026).
BPBD Sleman juga mengingatkan pada para pengelola wisata untuk mewaspadai berbagai dampak cuaca ekstrim yang terjadi di kawasan wisata. Mengingat pada musim libur lebaran, kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang ada di Sleman diperkirakan alami lonjakan. Seperti destinasi wisata disekitar Merapi maupun sekitar sungai dan lainnya.
"Wisatawan yang berkunjung ke DIY pada libur lebaran diprediksi 4 jutaan, itu yang terbesar diprediksi ke Sleman. Oleh karenanya para pegiat wisata dan masyarakat untuk mempersiapkan peralatan keselamatan bagi pengunjung, misal di lereng Merapi itukan ada pengelola Jeep wisata," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Rabu (4/3).
Bagi wisawatan agar mematuhi petunjuk, rambu dan arahan dari pengelola pariwisata serta mempersiapkan perlatan keselmatan diri sendiri Khusus di kawasan lereng Merapi, perkembangan aktivitas Merapi dapat diikuti lewat Aplikasi Simantab (download di Playstore) maupun menghubungi nomor Pusdalop BPBD Kab. Sleman 082125101212.
Sebagai langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut, BPBD Sleman menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan mengaktifkan posko layanan 24 jam. Untuk Posko Lebaran mulai tanggal 15 – 24 Maret 2026 bersama relawan di Posko Utama Pakem, Sleman.




