7 kue Lebaran yang selalu laris setiap tahunnya
7 kue Lebaran yang selalu laris setiap tahunnya oleh masyarakat Indonesia, termasuk nastar, putri salju, kastengel, sagu keju, dan lain-lain.

Kue-kue lebaran ini selalu laris setiap tahunnya
Kue-kue lebaran ini selalu laris setiap tahunnya
Perayaan Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia identik dengan jamuan makanan khas, tidak hanya makanan berat seperti ketupat dan opor ayam tetapi juga berbagai macam kue kering yang selalu laris terjual setiap tahun. Terdapat sejumlah jenis kue yang jadi favorit di waktu Lebaran, terutama di kalangan anak muda. Berikut adalah tujuh kue Lebaran yang selalu laris dan populer di setiap tahunnya.
1. Nastar
Nastar merupakan kue kering berisi selai nanas yang menjadi primadona di setiap Lebaran. Survei Populix yang dilakukan pada 6-8 Maret 2025 menggunakan platform Populix terhadap 979 partisipan dari kalangan milenial dan Gen Z, menunjukkan bahwa sekitar 82% responden menjadikan nastar sebagai kue kering favorit saat Lebaran, jauh mengungguli jenis lain dalam preferensi konsumen Indonesia. Setelah itu baru disusul oleh putri salju sebesar 45%, dan kastengel 35%. Nastar hampir selalu menjadi kue pertama yang habis di meja tamu karena rasanya ringan dan mudah dinikmati oleh berbagai usia.
2. Putri salju
Putri salju, kue kering berbentuk bulan sabit yang ditaburi gula halus, juga termasuk di antara kue Lebaran yang sering tersaji di meja suguhan. Dalam survei Populix pada 2025, putri salju berada di posisi favorit kedua setelah nastar dengan tingkat pilihan yang signifikan. Putri salju sering menjadi pilihan karena tampilannya yang sederhana namun langsung dikenali sebagai kue khas Lebaran.
3. Kastengel
Kastengel menonjol dengan rasa gurih yang kuat dari keju. Bentuknya memanjang, biasanya dipanggang hingga berwarna keemasan dengan taburan keju parut di atasnya. Di antara deretan kue manis, kastengel sering menjadi penyeimbang rasa karena menawarkan sensasi asin dan legit. Kue ini kerap dicari oleh mereka yang tidak terlalu menyukai rasa manis.
4. Sagu Keju
Sagu keju dikenal dengan teksturnya yang ringan dan renyah. Terbuat dari tepung sagu, kue ini memiliki sensasi lumer saat dikunyah. Rasa kejunya tidak terlalu tajam, namun cukup terasa dan berpadu dengan aroma khas sagu. Sagu keju biasanya dibentuk bunga atau spiral kecil dan sering menjadi pelengkap wajib di toples kue Lebaran.
5. Kue Kacang
Kue kacang memiliki rasa sederhana namun kuat. Terbuat dari kacang tanah yang dihaluskan, kue ini terasa gurih dengan sedikit manis. Bentuknya umumnya bulat pipih atau menyerupai daun, dengan permukaan yang halus dan sedikit mengilap. Kue kacang sering diasosiasikan dengan kue Lebaran rumahan yang dibuat sendiri karena resepnya yang relatif sederhana.
6. Lidah Kucing
Lidah kucing berbentuk panjang dan tipis, dengan tekstur yang kering dan renyah. Rasanya ringan, tidak terlalu manis, dan mudah dikunyah. Kue ini sering disukai karena tidak cepat membuat enek dan cocok disantap berulang kali sambil mengobrol. Lidah kucing juga mudah dipadukan dengan minuman seperti teh atau kopi.
7. Cookies Cokelat
Cookies cokelat atau chocolate chip cookies menjadi variasi kue Lebaran yang lebih modern, namun tetap sering muncul setiap tahun. Teksturnya bisa renyah atau sedikit lembut, dengan potongan cokelat yang terasa saat digigit. Kehadirannya melengkapi kue-kue klasik dan sering menjadi favorit anak-anak maupun remaja saat Lebaran.
Ketujuh kue Lebaran di atas terus hadir dari tahun ke tahun karena sudah melekat dengan suasana Idul Fitri itu sendiri. Rasanya begitu akrab, bentuknya mudah dikenali, dan keberadaannya seolah melengkapi momen silaturahmi di hari raya. Tak heran jika kue-kue ini selalu dicari dan disajikan kembali setiap Lebaran tiba.
Kue-kue Lebaran ini kini juga mudah ditemukan melalui berbagai marketplace dan platform e-commerce, baik dalam bentuk kemasan rumahan maupun produksi skala besar. Kemudahan akses tersebut membuat siapa pun tetap bisa menyajikan kue Lebaran tanpa harus menyiapkannya sendiri.




