Top
Begin typing your search above and press return to search.

Apa ciri-ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah SWT?

Apa ciri-ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah SWT? Simak tanda-tandanya menurut Al-Qur’an dan hadits agar puasamu Ramadan lebih bermakna.

Apa ciri-ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah SWT?
X

Ini ciri-ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah SWT.

Mengenal apa ciri-ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah SWT perlu dipahami untuk kita terutama ketika menjalani ibadah Ramadan. Tidak sedikit orang mampu menahan lapar dan dahaga, tetapi belum tentu puasanya benar-benar bernilai di sisi Allah. Karena itu, memahami tanda-tanda puasa yang diterima Allah SWT menjadi langkah penting agar ibadah Ramadan tidak sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan benar-benar menghadirkan ketakwaan dan perubahan diri yang nyata.

Dalam Islam, tujuan utama puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi membentuk pribadi yang bertakwa. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183, bahwa puasa diwajibkan agar manusia mencapai derajat takwa. Lantas, bagaimana ciri-ciri orang yang puasanya diterima? Berikut pembahasan lengkapnya berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadits, serta penjelasan para ulama.

Hakikat puasa dalam Islam

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, tetapi juga menjaga perilaku, ucapan, dan hati.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)

Hadits ini menegaskan bahwa kualitas puasa sangat ditentukan oleh akhlak dan perilaku selama menjalankannya. Dengan demikian, tanda diterimanya puasa dapat dilihat dari perubahan sikap dan kualitas ibadah seseorang.

Ciri-ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah SWT

1. Meningkatnya ketakwaan dan ketaatan

Tanda paling utama dari puasa yang diterima adalah meningkatnya ketakwaan. Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ciri singkat puasa yang diterima Allah adalah adanya perubahan ketakwaan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan tujuan puasa dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Ketakwaan tercermin dalam:

  • Semakin rajin menjalankan ibadah wajib dan sunnah
  • Menjauhi perbuatan maksiat
  • Lebih berhati-hati dalam ucapan dan tindakan

Perubahan ini biasanya tampak tidak hanya selama Ramadan, tetapi berlanjut setelah bulan suci berakhir.

2. Menjaga lisan dan perilaku

Salah satu ciri penting puasa yang diterima adalah kemampuan menjaga lisan dan perilaku dari perbuatan tercela, seperti berbohong, ghibah, dan adu domba. Buya Yahya menegaskan bahwa orang yang tetap gemar berdusta dan bergunjing saat berpuasa termasuk golongan yang puasanya sia-sia.

Dalam konteks kehidupan modern, menjaga lisan juga mencakup etika bermedia sosial, seperti:

  • Tidak menyebarkan hoaks
  • Menghindari komentar kasar
  • Tidak memicu perpecahan

Ini menjadi bagian penting dari praktik puasa yang bernilai di sisi Allah.

3. Melaksanakan puasa dengan ikhlas

Ikhlas merupakan syarat utama diterimanya seluruh ibadah. Puasa yang dilakukan semata-mata karena Allah, bukan demi pujian atau pengakuan, memiliki nilai yang jauh lebih besar.

Menurut penjelasan para ulama, puasa yang dilakukan tanpa keikhlasan berpotensi tidak diterima, meskipun secara lahiriah tampak sempurna.

Ikhlas tercermin dari:

  • Tidak pamer ibadah
  • Tidak mengeluh berlebihan
  • Tetap menjaga kualitas ibadah meski tidak dilihat orang

4. Semakin menjaga ibadah dan amal saleh

Orang yang puasanya diterima biasanya menunjukkan peningkatan dalam ibadah dan amal saleh, seperti:

  • Lebih rajin salat berjamaah
  • Gemar membaca Al-Qur’an
  • Aktif bersedekah
  • Menjaga kebersihan dan kesucian diri

Kebiasaan menjaga kebersihan diri, pakaian, serta lingkungan ibadah juga mencerminkan keseriusan seseorang dalam memuliakan Ramadan. Rutinitas sederhana seperti mandi sebelum sahur, menjaga kesegaran tubuh, hingga memastikan perlengkapan ibadah bersih dan nyaman, menjadi bagian dari persiapan batin dan lahir agar ibadah lebih khusyuk.

5. Terbentuknya akhlak yang lebih baik

Ciri lain puasa yang diterima Allah SWT adalah terbentuknya akhlak yang lebih baik. Orang yang berhasil memetik hikmah puasa akan lebih sabar, rendah hati, dan penyayang.

Ali bin Abi Thalib menyebutkan bahwa orang bertakwa memiliki ciri takut kepada Allah, beramal sesuai tuntunan wahyu, serta merasa cukup atas karunia-Nya. Sifat-sifat ini lahir dari proses spiritual yang mendalam selama Ramadan.

6. Konsisten berbuat baik setelah Ramadan

Puasa yang diterima tidak berhenti efeknya ketika Ramadan usai. Salah satu indikator kuatnya adalah konsistensi berbuat baik setelahnya, baik dalam ibadah maupun interaksi sosial.

Konsistensi ini tampak dalam:

  • Tetap menjaga salat lima waktu
  • Melanjutkan kebiasaan sedekah
  • Menjaga adab dan etika pergaulan

Inilah bukti bahwa puasa benar-benar membentuk karakter dan kesadaran spiritual seseorang.

Tanda puasa yang berpotensi tidak diterima

Sebagai bahan introspeksi, terdapat beberapa perilaku yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan nilai puasa, di antaranya:

  • Puasa tanpa keikhlasan
  • Tidak menjaga lisan
  • Melalaikan kewajiban zakat
  • Mengabaikan tuntunan Rasulullah SAW

Menjaga kualitas puasa dalam aktivitas sehari-hari

Dalam rutinitas Ramadan, kualitas puasa dapat dijaga melalui kebiasaan kecil yang konsisten, seperti:

  • Menyusun jadwal ibadah harian
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Menyiapkan sahur dan berbuka yang seimbang
  • Mengatur waktu istirahat agar ibadah tetap optimal

Kebiasaan ini membantu menjaga stamina, konsentrasi, serta kekhusyukan, sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan maksimal.

Ciri-ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah SWT dapat dikenali dari perubahan nyata dalam ketakwaan, akhlak, dan konsistensi ibadah. Puasa yang diterima tidak hanya berdampak selama Ramadan, tetapi membentuk karakter yang lebih baik sepanjang tahun. Dengan menjaga keikhlasan, perilaku, serta kualitas ibadah, puasa akan menjadi sarana perubahan spiritual yang mendalam.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire