Apa Itu mokel? Fenomena batal puasa yang sering terjadi
Apa itu mokel? Simak arti mokel, penyebabnya, hukum dalam Islam, serta tips agar puasa Ramadan tetap kuat dan lancar.

Mokel sering terjadi saat bulan Ramadan tiba, istilah ini digunakan untuk tidak berpuasa (Sumber: freepik.com)
Mokel sering terjadi saat bulan Ramadan tiba, istilah ini digunakan untuk tidak berpuasa (Sumber: freepik.com)
Bulan Ramadan selalu identik dengan menahan lapar, haus, serta menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Namun, di tengah semangat menjalankan ibadah, muncul istilah yang cukup populer di masyarakat, terutama di kalangan anak muda, yaitu mokel. Lalu, apa sebenarnya arti mokel dan mengapa fenomena ini sering terjadi saat bulan puasa?
Di era digital seperti sekarang, pembahasan tentang kebiasaan selama Ramadan juga semakin luas. Tidak hanya soal ibadah, tetapi juga gaya hidup, pola makan, hingga cara menjaga energi agar tetap kuat seharian.
Apa itu mokel? Mengenal istilah yang populer saat Ramadan
Secara umum, mokel adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktunya tanpa alasan yang dibenarkan. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini sering dipakai secara santai atau bercanda, misalnya ketika seseorang terlihat makan atau minum di siang hari saat Ramadan.
Istilah mokel sendiri bukan berasal dari bahasa baku, melainkan berkembang dari bahasa daerah dan kemudian populer di berbagai wilayah di Indonesia. Di media sosial, istilah ini bahkan sering muncul dalam bentuk meme, video singkat, atau cerita pengalaman pribadi.
Alasan kenapa orang mokel saat berpuasa
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang akhirnya tidak kuat menjalankan puasa hingga waktu berbuka. Salah satu penyebab paling umum adalah kondisi fisik yang kurang siap. Kurangnya asupan nutrisi saat sahur, dehidrasi, atau aktivitas berat di siang hari dapat membuat tubuh cepat lemas dan akhirnya menyerah.
Selain faktor fisik, ada juga faktor kebiasaan. Misalnya, seseorang yang tidak terbiasa bangun sahur atau memiliki pola makan yang tidak teratur akan lebih mudah merasa lapar dan haus.
Hukum dan dampak mokel dalam pandangan agama
Dalam ajaran Islam, puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang memenuhi syarat. Membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan tentu tidak diperbolehkan. Puasa yang batal harus diganti di hari lain, dan jika dilakukan dengan sengaja tanpa alasan yang jelas, hal tersebut termasuk perbuatan yang tidak dianjurkan.
Namun, agama juga memberikan keringanan bagi kondisi tertentu. Orang yang sedang sakit, dalam perjalanan jauh, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di waktu lain.
Fenomena mokel di media sosial
Setiap Ramadan, istilah mokel hampir selalu menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial. Banyak konten kreator membagikan cerita lucu, pengalaman pribadi, hingga situasi sehari-hari yang berkaitan dengan kebiasaan ini.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga bagian dari budaya digital yang terus berkembang. Meski sering dibahas dengan nada santai atau humor, penting untuk tetap memahami nilai utama dari puasa itu sendiri, yaitu melatih kesabaran, disiplin, dan pengendalian diri.
Cara menghindari keinginan mokel agar puasa tetap lancar
Agar puasa dapat dijalani dengan optimal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan sahur dengan menu seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cukup cairan. Kedua, hindari aktivitas berlebihan di siang hari yang dapat menguras energi.
Selain itu, menjaga kualitas tidur juga sangat penting agar tubuh tetap bugar. Jika diperlukan, dukungan tambahan seperti minuman elektrolit, madu, atau suplemen ringan juga bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama Ramadan.
Dengan persiapan yang baik, puasa tidak hanya terasa lebih ringan, tetapi juga dapat dijalani dengan lebih maksimal tanpa harus tergoda untuk mokel.




