Bahaya microsleep saat berkendara dan cara mengatasinya
Microsleep saat berkendara bisa terjadi tanpa disadari dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Kenali tanda-tandanya dan cara efektif mengatasinya perjalanan aman.

Bahaya microsleep saat berkendara dan cara mengatasinya (Sumber:freepik.com)
Bahaya microsleep saat berkendara dan cara mengatasinya (Sumber:freepik.com)
Perjalanan jarak jauh, terutama saat musim mudik atau liburan panjang, sering membuat pengendara memaksakan diri tetap berada di jalan meski tubuh sudah lelah. Salah satu kondisi yang kerap terjadi namun sering diremehkan adalah microsleep, yaitu tidur singkat selama beberapa detik tanpa disadari. Meski hanya berlangsung 1-5 detik, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan hilangnya kendali kendaraan.
Dalam hitungan detik, kendaraan bisa keluar jalur, terlambat mengerem, atau bahkan menabrak kendaraan lain di depan. Karena itu, memahami bahaya microsleep serta cara mencegahnya menjadi hal penting bagi siapa pun yang akan melakukan perjalanan jauh.
Apa itu microsleep dan penyebabnya?
Microsleep adalah kondisi ketika otak “tertidur sejenak” akibat kelelahan atau kurang istirahat. Biasanya terjadi saat tubuh dipaksa tetap terjaga dalam waktu lama, terutama ketika berkendara di jalan yang monoton seperti jalan tol atau perjalanan malam hari.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko microsleep antara lain kurang tidur, kelelahan fisik, dehidrasi, serta kondisi perut kosong. Duduk terlalu lama tanpa bergerak juga dapat menurunkan tingkat kewaspadaan. Karena datang tiba-tiba, banyak pengendara tidak menyadari bahwa dirinya sudah berada dalam kondisi berbahaya.
Tanda-tanda tubuh mulai kehilangan fokus
Sebelum microsleep terjadi, tubuh sebenarnya memberikan sinyal peringatan. Mata terasa berat, sering menguap, pandangan mulai buram, hingga sulit berkonsentrasi adalah tanda paling umum. Beberapa orang juga mengalami kepala mengangguk tanpa sadar atau tidak mengingat beberapa menit terakhir perjalanan.
Jika kendaraan mulai keluar jalur atau respons terhadap situasi di jalan terasa melambat, itu berarti tubuh sudah tidak dalam kondisi prima. Mengabaikan tanda-tanda ini hanya akan meningkatkan risiko kecelakaan.
Cara microsleep sebelum berkendara
Langkah pencegahan paling utama adalah memastikan tubuh dalam kondisi cukup istirahat. Tidur minimal 6-8 jam sebelum perjalanan sangat dianjurkan. Selain itu, hindari langsung berkendara setelah beraktivitas berat.
Saat perjalanan jauh, usahakan berhenti setiap 2-3 jam untuk beristirahat. Gunakan waktu tersebut untuk berjalan sebentar, meregangkan otot, dan menghirup udara segar. Membawa camilan sehat, air minum yang cukup, serta vitamin perjalanan juga dapat membantu menjaga stamina tetap stabil sepanjang perjalanan.
Banyak pengendara juga menyiapkan minuman hangat atau suplemen penambah energi sebagai bekal tambahan agar tubuh tidak mudah lelah, terutama saat perjalanan panjang lintas kota.
Cara mengatasi microsleep saat di jalan
Jika rasa kantuk mulai muncul, jangan memaksakan diri untuk terus melaju. Segera cari rest area atau tempat aman untuk berhenti. Tidur singkat selama 15-20 menit dapat membantu memulihkan konsentrasi dan meningkatkan kewaspadaan.
Selain power nap, mencuci muka, melakukan peregangan, atau berjalan ringan bisa membantu menyegarkan tubuh. Sebagian pengendara juga mengandalkan kopi siap minum, teh hangat, atau aromaterapi mobil untuk membantu menjaga fokus selama perjalanan. Cara sederhana ini sering kali efektif untuk mengurangi rasa kantuk sementara.
Namun perlu diingat, jika rasa lelah sudah berat, istirahat tetap menjadi solusi terbaik dibandingkan mengandalkan minuman berkafein saja.
Utamakan keselamatan selama perjalanan
Microsleep bukan masalah sepele karena dampaknya bisa sangat fatal. Banyak kecelakaan terjadi bukan karena kondisi jalan, melainkan karena pengendara kehilangan fokus akibat kelelahan. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk mengatur waktu istirahat.
Menjaga kondisi tubuh tetap fit, membawa perlengkapan pendukung seperti camilan sehat, minuman penambah stamina, atau vitamin perjalanan dapat membantu mengurangi risiko kelelahan di jalan. Pada akhirnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Lebih baik beristirahat sejenak daripada memaksakan diri dan membahayakan perjalan.




