Top
Begin typing your search above and press return to search.

Berapa lama waktu tidur yang ideal saat bulan Ramadan?

Berapa lama waktu tidur yang ideal saat Ramadan? Simak tips mengatur pola tidur agar tetap bugar, fokus, dan tidak pusing selama menjalani puasa.

Berapa lama waktu tidur yang ideal saat bulan Ramadan?
X

Berapa lama waktu tidur yang ideal saat bulan Ramadan? (Sumber:freepik.com)

Selama bulan Ramadan, pola tidur banyak orang biasanya berubah. Waktu bangun lebih awal untuk sahur dan kebiasaan tidur lebih malam setelah ibadah atau aktivitas lainnya sering membuat jam istirahat berkurang. Akibatnya, tidak sedikit yang mengeluh pusing, mengantuk di siang hari, atau sulit fokus saat bekerja dan belajar.

Padahal, kualitas dan durasi tidur yang cukup sangat penting agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa. Dengan pengaturan waktu yang tepat, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan istirahat tanpa mengganggu aktivitas harian.

Berapa lama waktu tidur yang ideal saat puasa?

Secara umum, kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 7-9 jam per hari. Kebutuhan ini sebenarnya tidak berubah selama Ramadan, hanya saja waktu tidurnya bisa dibagi menjadi beberapa sesi.

Jika sulit tidur panjang di malam hari karena harus bangun sahur, kamu bisa membaginya menjadi:

  • Tidur malam 5-6 jam
  • Ditambah tidur siang atau power nap sekitar 20-30 menit

Pola tidur seperti ini membantu tubuh tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sehingga tidak mudah pusing atau lemas saat berpuasa.

Mengapa kurang tidur bisa menyebabkan pusing?

Saat tubuh kekurangan tidur, sistem saraf dan metabolisme tidak bekerja secara optimal. Ditambah dengan kondisi berpuasa, kadar gula darah bisa lebih cepat turun sehingga memicu rasa lemas dan sakit kepala.

Kurang tidur juga membuat tubuh memproduksi hormon stres lebih tinggi, yang dapat memengaruhi konsentrasi dan suasana hati. Karena itu, menjaga waktu tidur selama Ramadan sama pentingnya dengan menjaga pola makan saat sahur dan berbuka.

Tips mengatur pola tidur selama Ramadan

Agar kebutuhan tidur tetap terpenuhi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Tidur lebih awal setelah tarawih

Hindari kebiasaan begadang jika tidak ada keperluan penting. Tidur lebih cepat membantu tubuh mendapatkan waktu istirahat sebelum bangun sahur.

2. Manfaatkan waktu tidur siang

Jika memungkinkan, sempatkan tidur siang singkat selama 20-30 menit. Tidur singkat ini terbukti efektif mengembalikan energi dan meningkatkan fokus.

3. Kurangi penggunaan gadget sebelum tidur

Paparan cahaya dari layar ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh tidur lebih cepat.

4. Hindari konsumsi kafein berlebihan saat malam

Minuman berkafein setelah berbuka dapat membuat tubuh sulit mengantuk dan mengurangi kualitas tidur.

Peran sahur dan asupan nutrisi terhadap kualitas tidur

Pola makan juga berpengaruh terhadap kualitas istirahat. Sahur dengan menu seimbang membantu menjaga energi tubuh sepanjang hari, sehingga tidak mudah lelah berlebihan. Setelah berbuka, hindari makan terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat membuat perut tidak nyaman.

Bagi kamu yang memiliki aktivitas padat, menyiapkan jadwal tidur dan kebutuhan sahur sejak awal bisa membantu menjaga ritme tubuh tetap stabil.

Tips bugar selama ramadan dengan istirahat yang cukup

Mengatur waktu tidur selama Ramadan memang membutuhkan penyesuaian, tetapi bukan hal yang sulit jika dilakukan secara konsisten. Dengan total waktu istirahat sekitar 7-9 jam per hari, ditambah tidur siang singkat, tubuh akan tetap bugar dan terhindar dari pusing saat berpuasa.

Ingat, puasa bukan alasan untuk mengorbankan kesehatan. Justru dengan pola tidur yang baik, kamu bisa menjalani ibadah dan aktivitas harian dengan lebih nyaman, fokus, dan penuh energi hingga waktu berbuka tiba.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire