Top
Begin typing your search above and press return to search.

Cara ampuh hindari masuk angin saat mudik motor jarak jauh

Simak cara ampuh hindari masuk angin saat mudik motor jarak jauh dengan persiapan fisik, perlengkapan berkendara, serta pola makan selama perjalanan.

Cara ampuh hindari masuk angin saat mudik motor jarak jauh
X

Berikut cara hindari masuk angin saat mudik menggunakan motor. (Sumber: Vecteezy)

Mudik menggunakan sepeda motor masih jadi pilihan banyak masyarakat Indonesia jelang hari raya. Meski efisien dari segi waktu dan biaya, hal ini punya tantangan tersendiri. Mulai dari paparan angin hingga cuaca ekstrem secara terus-menerus. Berikut ini merupakan cara ampuh hindari masuk angin saat mudik motor jarak jauh agar tubuh tetap bugar sampai kampung halaman.

Risiko kesehatan saat berkendara motor jarak jauh

Perjalanan jarak jauh dengan motor membuat tubuh terpapar angin kencang (wind chill effect) dalam durasi lama. Kondisi ini dapat menurunkan suhu inti tubuh dan mengganggu sistem pencernaan serta pernapasan. Dalam istilah medis, "masuk angin" sering kali merupakan kumpulan gejala dari dispepsia, kelelahan otot, atau gejala awal infeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari perlengkapan hingga asupan nutrisi.

Persiapan perlengkapan pelindung tubuh yang optimal

Langkah pertama dalam menjaga suhu tubuh adalah memastikan perlengkapan berkendara mampu menghalau angin secara maksimal.

1. Penggunaan jaket tahan angin dan pelindung dada

Gunakan jaket yang memiliki fitur windbreaker atau berbahan kulit yang tebal. Sangat disarankan untuk menambah pelindung dada (chest protector) di balik jaket. Pelindung ini berfungsi untuk menghalau angin agar tidak langsung mengenai area paru-paru dan lambung, yang merupakan titik sensitif pemicu masuk angin.

2. Menutup celah udara dengan masker dan balaclava

Banyak pengendara mengabaikan area leher dan wajah. Padahal, angin yang masuk melalui celah helm dapat menyebabkan sakit kepala dan kaku leher. Menggunakan balaclava atau masker kain yang tebal dapat membantu menjaga kehangatan suhu di area kepala dan saluran pernapasan.

Mengatur pola makan dan minum selama perjalanan

Kondisi perut yang kosong adalah pemicu utama masuk angin dan kembung. Saat melakukan mudik motor, perhatikan pola makanan dan minuman yang akan masuk ke tubuh.

1. Mengonsumsi makanan hangat sebelum berangkat

JIka perjalanan dimulai saat kondisi sudah berbuka atau rentang waktu yang bukan waktu berpuasa, pastikan utnuk menyantap makanan yang mengenyangkan namun tidak terlalu berat sebelum memulai perjalanan. Makanan hangat dapat membantu menjaga suhu tubuh dari dalam. Hindari makanan yang memicu gas berlebih, seperti kol atau minuman bersoda, agar perut tidak terasa begah selama berkendara.

2. Pentingnya asupan minuman

Dehidrasi sering kali tidak terasa saat berkendara karena suhu udara yang dingin. Tetaplah minum air putih secara teratur saat beristirahat. Selain itu, mengonsumsi minuman jahe atau madu sangat efektif untuk menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh secara alami selama perjalanan mudik.

Atur waktu istirahat dan durasi berkendara

Memaksakan diri untuk terus berkendara tanpa henti adalah kesalahan fatal yang sering dilakukan pemudik. Kelelahan yang ekstrem membuat sistem imun menurun drastis

  • Prinsip 2 jam sekali: Berhentilah setiap 120 menit untuk meregangkan otot dan mengistirahatkan mata.
  • Cari tempat tertutup: Saat beristirahat, carilah tempat yang tidak terpapar angin langsung agar suhu tubuh dapat kembali stabil.
  • Hindari berkendara tengah malam: Jika memungkinkan, hindari perjalanan antara pukul 00.00 hingga 05.00 pagi karena suhu udara berada pada titik terendah dan kelembapan udara sangat tinggi.

Menyiapkan asupan pendukung serta obat-obatan

Sebagai langkah pencegahan, selalu siapkan tas kecil yang mudah dijangkau berisi kebutuhan kesehatan darurat. Mengoleskan minyak kayu putih atau balsem hangat pada area perut, punggung, dan leher sebelum berangkat dapat memberikan lapisan perlindungan termal tambahan. Selain itu, membawa suplemen vitamin C atau produk herbal cair yang praktis dikonsumsi saat di perjalanan dapat membantu meredakan gejala awal masuk angin dengan cepat.

Dengan menerapkan berbagai strategi di atas, perjalanan mudik yang melelahkan bisa tetap terasa nyaman. Keselamatan dan kesehatan adalah prioritas utama agar momen silaturahmi bersama keluarga di kampung halaman tidak terhambat serta menghindari keluarga dari marabahaya.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire