Cara mengatasi kaki kesemutan saat Shalat Tarawih
Kaki kesemutan saat shalat tarawih lama sering mengganggu kenyamanan ibadah. Simak penyebab dan cara mengatasinya agar tarawih tetap khusyuk.

Cara Atasi Kaki Kesemutan Saat Shalat Tarawih Lama (Sumber:Istimewa)
Cara Atasi Kaki Kesemutan Saat Shalat Tarawih Lama (Sumber:Istimewa)
Kaki kesemutan saat shalat tarawih lama merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh banyak jamaah selama bulan Ramadan. Kondisi ini biasanya muncul ketika tubuh berada dalam posisi duduk dan berdiri berulang kali dalam waktu yang cukup panjang, terutama pada rakaat-rakaat akhir tarawih.
Meski terlihat sepele, rasa kesemutan bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu kekhusyukan ibadah apabila dibiarkan terus-menerus. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara atasi kaki kesemutan saat shalat tarawih lama agar ibadah tetap berjalan lancar dan tubuh terasa lebih nyaman .
Penyebab kaki kesemutan saat Shalat Tarawih
Kesemutan pada kaki umumnya terjadi akibat aliran darah yang terhambat atau saraf yang tertekan dalam waktu lama. Saat shalat tarawih, posisi duduk seperti iftirasy dan tawarruk membuat bagian kaki tertentu menerima tekanan secara terus-menerus. Selain itu, tubuh yang sudah lelah setelah seharian berpuasa juga berpengaruh terhadap kondisi otot dan sirkulasi darah.
Kurangnya peregangan sebelum shalat, minimnya asupan cairan setelah berbuka, serta lantai masjid yang keras tanpa alas empuk turut memperparah risiko kaki kesemutan. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa muncul hampir setiap malam selama tarawih.
Apakah kaki kesemutan saat Tarawih Berbahaya?
Pada umumnya, kaki kesemutan saat shalat tarawih tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah kaki digerakkan atau diluruskan. Namun, jika kesemutan berlangsung lama, terasa sangat nyeri, atau sering terjadi meskipun tidak duduk terlalu lama, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap remeh.
Menjaga kesehatan tubuh selama Ramadan sangat penting agar ibadah dapat dijalani secara optimal. Sirkulasi darah yang baik dan otot yang rileks akan membantu tubuh tetap nyaman selama shalat malam.
Cara mencegah kaki kesemutan sebelum Shalat Tarawih
Pencegahan bisa dimulai sejak sebelum berangkat ke masjid. Luangkan waktu sekitar 2-5 menit untuk melakukan peregangan ringan, khususnya pada kaki, betis, dan pergelangan kaki. Gerakan sederhana seperti memutar pergelangan, menekuk dan meluruskan kaki, atau berjalan santai dapat membantu melancarkan aliran darah.
Pastikan juga tubuh terhidrasi dengan baik. Mengonsumsi air mineral yang cukup saat berbuka dan setelah makan malam sangat membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Beberapa orang merasa lebih nyaman menjalani tarawih ketika kondisi tubuh tidak dehidrasi dan otot tidak tegang.
Posisi duduk dan berdiri yang tepat saat Tarawih
Saat shalat berlangsung, usahakan tidak menekan kaki terlalu keras ke lantai. Jika memungkinkan, ubah posisi duduk secara perlahan agar tekanan tidak bertumpu pada satu titik saja. Ketika bangkit dari duduk ke berdiri, lakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Penggunaan sajadah yang lebih tebal atau alas tambahan juga dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki, terutama bagi jamaah yang mengikuti tarawih dengan durasi cukup panjang setiap malam.
Cara mengatasi kaki kesemutan saat Tarawih berlangsung
Apabila kaki mulai terasa kesemutan di tengah shalat, gerakkan jari kaki atau betis secara perlahan tanpa mengganggu gerakan shalat. Setelah shalat selesai, luruskan kaki sejenak dan lakukan pijatan ringan pada telapak kaki dan betis untuk membantu melancarkan peredaran darah.
Banyak jamaah juga memilih menggunakan minyak hangat atau krim otot setelah tarawih. Sensasi hangat dari produk tersebut dapat membantu merilekskan otot yang tegang dan membuat kaki terasa lebih nyaman sebelum beristirahat.
Kapan kaki kesemutan perlu diperiksakan?
Jika kaki kesemutan terjadi hampir setiap hari, tidak hanya saat shalat, atau disertai rasa nyeri hebat dan kelemahan otot, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan saraf atau masalah kesehatan lain yang mendasarinya.
Dengan menjaga hidrasi tubuh, melakukan peregangan secara rutin, serta memperhatikan posisi dan kenyamanan saat shalat, kaki kesemutan saat tarawih dapat diminimalkan. Ibadah pun bisa dijalani dengan lebih tenang, nyaman, dan khusyuk sepanjang bulan Ramadan.




