Top
Begin typing your search above and press return to search.

Doa khusus untuk mendapatkan lailatul qadar

Doa khusus untuk mendapatkan lailatul qadar yang dianjurkan Nabi pada 10 malam terakhir Ramadan, malam lebih dari 1000 bulan yang penuh ampunan.

Doa khusus untuk mendapatkan lailatul qadar
X

Doa khusus untuk mendapatkan lailatul qadar.(Sumber: AI Generated Image)

Ketika memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadan, umat muslim diberi doa khusus untuk mendapatkan atau meraih malam lailatul qadar. Hal tersebut turut jadi salah satu amalan penting yang dianjurkan karena umat Islam meyakini bahwa pada rentang malam tersebut terdapat Malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam lebih dari 1000 bulan.

Karena keutamaannya yang sangat besar, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa, terutama doa yang secara khusus diajarkan kepada para sahabat.

Dalam sejumlah riwayat hadits, terdapat doa yang secara langsung diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA ketika ia bertanya tentang doa apa yang sebaiknya dibaca jika menemukan malam tersebut. Doa ini kemudian dikenal sebagai doa utama dalam meraih keberkahan Lailatul Qadar dan banyak diamalkan umat Islam di seluruh dunia.

Keutamaan malam lailatul qadar dalam Al-Qur’an

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar dijelaskan secara langsung dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa malam ini merupakan waktu diturunkannya Al-Qur’an dan memiliki nilai ibadah yang lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan.

Ayat ketiga surah tersebut berbunyi bahwa Lailatul Qadar adalah “malam lebih dari 1000 bulan”, yang menunjukkan bahwa satu malam ibadah di dalamnya memiliki nilai pahala yang melampaui ibadah selama puluhan tahun. Dalam ayat berikutnya dijelaskan pula bahwa para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi membawa berbagai ketetapan dan rahmat hingga terbit fajar.

Waktu mencari lailatul qadar pada 10 malam terakhir

Para ulama merujuk pada sejumlah hadits yang menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Nabi Muhammad SAW bersabda agar umat Islam mencarinya pada malam-malam tersebut, terutama pada malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.

Malam dihitung sejak matahari terbenam atau sejak waktu magrib hingga menjelang fajar. Dengan demikian, ibadah seperti salat malam, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an pada rentang waktu tersebut membantu kita meraih keberkahan.

Doa khusus yang diajarkan Nabi untuk malam lailatul qadar

Doa khusus yang paling terkenal untuk meraih Malam Lailatul Qadar berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika menemukan malam tersebut.

Nabi kemudian menjawab dengan doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memberi maaf, maka maafkanlah aku.” Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Dalam beberapa riwayat lain terdapat tambahan kata “karimun” sehingga bunyinya menjadi Allahumma innaka afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni, yang memiliki arti serupa, yakni memohon pengampunan kepada Allah yang Maha Pemurah.

Makna doa memohon ampunan pada malam penuh kemuliaan

Doa tersebut menekankan satu permohonan utama, yaitu ampunan. Kata “afuwwun” dalam bahasa Arab merujuk pada sifat Allah yang menghapus dosa manusia hingga tidak meninggalkan bekas.

Sesuai dengan hadits lain yang menyatakan bahwa siapa saja yang beribadah pada Malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Karena itu, doa ini dianggap sebagai inti dari permohonan seorang hamba pada malam yang penuh rahmat tersebut.

Amalan yang mendukung doa pada malam lailatul qadar

Selain membaca doa yang diajarkan Nabi, sejumlah amalan lain dianjurkan untuk memperkuat ibadah pada 10 malam terakhir Ramadan. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak zikir dan istighfar. Berbagai amalan tersebut dilakukan dengan harapan dapat memperoleh keberkahan malam lebih dari 1000 bulan.

Mengapa doa menjadi amalan utama saat lailatul qadar

Dalam Islam, doa dipandang sebagai bentuk pengakuan seorang hamba atas ketergantungannya kepada Tuhan. Karena itu, memperbanyak doa pada Malam Lailatul Qadar dipandang sebagai cara untuk memohon rahmat, pengampunan, dan kebaikan dunia maupun akhirat.

Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA menunjukkan bahwa bahkan pada malam yang paling mulia sekalipun, inti ibadah yang dianjurkan oleh Nabi adalah memohon ampunan. Dengan memperbanyak doa pada 10 malam terakhir, umat Islam berupaya memaksimalkan kesempatan yang hanya hadir sekali dalam setahun.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire