Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ketentuan puasa tanpa sahur dan risikonya pada kesehatan

Ketentuan puasa tanpa sahur tetap sah secara fikih, tetapi berisiko pada kesehatan seperti dehidrasi, hipoglikemia, pusing, hingga gangguan pencernaan.

Ketentuan puasa tanpa sahur dan risikonya pada kesehatan
X

Puasa tanpa sahur juga punya risiko pada kesehatan.

Puasa tanpa sahur ketentuannya tetap sah secara hukum Islam, namun memiliki dampak pada kesehatan tubuh yang penting untuk dipahami agar dapat menjaga kesejahteraan saat menjalankan ibadah puasa seharian penuh. Berikut pembahasan keabsahan puasa tanpa sahur menurut pandangan fikih sekaligus berbagai dampak kesehatan yang dapat muncul ketika sahur dilewatkan.

Ketentuan hukum puasa tanpa sahur

Secara umum ulama sepakat bahwa puasa tanpa sahur tetap sah asalkan seseorang telah berniat menunaikan puasa dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga maghrib. Sahur bukan termasuk rukun atau syarat sah puasa, melainkan suatu sunnah yang sangat dianjurkan yang memiliki hikmah besar dalam membantu melaksanakan puasa. Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali semua menyatakan bahwa tidak sahur tidak membatalkan puasa, tetapi seseorang kehilangan keberkahan dan manfaat yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Peran sahur dalam menyediakan tenaga dan cairan

Sahur merupakan waktu untuk mengonsumsi makanan dan cairan sebelum dimulainya puasa. Makan sahur membantu tubuh memiliki cadangan glukosa dan cairan yang cukup sehingga energi dapat dipertahankan lebih lama selama puasa. Tanpa sahur, tubuh yang memasuki waktu puasa tanpa persediaan nutrisi dapat memberikan berbagai respons fisiologis karena kekurangan energi dan cairan.

Risiko dehidrasi

Puasa tanpa sahur dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika tidak ada asupan cairan sejak dini hari. Karena tubuh akan melalui periode panjang tanpa minum, kesempatan untuk mengisi kembali cairan berkurang. Dehidrasi dapat menyebabkan gejala seperti lemas, penurunan tekanan darah, sulit berkonsentrasi, dan sakit kepala.

Kekurangan energi dan hipoglikemia

Tanpa makanan sahur, kadar glukosa darah akan turun lebih cepat setelah bangun tidur karena tubuh tidak mendapatkan asupan energi awal. Hal ini meningkatkan risiko hipoglikemia, kondisi di mana gula darah di bawah normal, yang dapat menyebabkan pusing, gemetar, lemas, dan dalam kasus serius dapat menyebabkan pingsan.

Penurunan daya tahan tubuh

Asupan nutrisi yang tidak mencukupi karena melewatkan sahur dapat membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Tubuh yang kekurangan nutrisi penting akan lebih rentan terhadap infeksi ringan seperti flu atau gangguan pencernaan seperti sembelit dan sakit tenggorokan.

Risiko ssam lambung naik dan gangguan pencernaan

Perut yang kosong terlalu lama dapat mengakibatkan produksi asam lambung meningkat, yang berpotensi menyebabkan rasa tidak nyaman di ulu hati dan refluks asam. Tidak sahur juga memberi waktu lebih lama bagi lambung untuk kosong, yang dapat memicu naiknya asam lambung selama berpuasa.

Penurunan massa otot dan keseimbangan tubuh

Saat tubuh kekurangan energi, selain menggunakan cadangan lemak, tubuh juga dapat memecah protein otot sebagai sumber energi. Ini dapat menyebabkan penurunan massa otot jika berlangsung terus-menerus. Kekurangan energi juga dapat memengaruhi keseimbangan tubuh, membuat seseorang mudah goyah, pusing, atau vertigo saat berdiri tiba-tiba.

Perubahan emosi dan fungsi kognitif

Kurangnya sahur dapat memengaruhi kadar glukosa dalam darah yang diperlukan untuk fungsi otak optimal. Penurunan glukosa dapat memicu perubahan mood yang tajam termasuk mudah marah, gelisah, dan stres. Selain itu, studi nutrisi menunjukkan bahwa waktu dan kualitas asupan nutrisi dapat memengaruhi kemampuan kognitif sepanjang hari puasa.

Dengan memahami ketentuan puasa tanpa sahur dan dampaknya pada kesehatan, umat islam yang menjalankan puasa dapat lebih bijak dalam mempersiapkan diri secara fisik sambil menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran. Sahur bukan kewajiban, tetapi manfaatnya bagi kesehatan sangat besar untuk mendukung keberlangsungan puasa yang sehat dan produktif.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire