Mengapa 10 hari awal Ramadan disebut bulan rahmat? Ini penjelasannya
Mengapa 10 hari awal Ramadan disebut bulan rahmat? Simak penjelasan makna rahmat, dalil Al-Qur’an, hadits, serta amalan yang dianjurkan di awal Ramadan.

Mengapa 10 hari awal Ramadan disebut bulan rahmat? Ini penjelasannya (Sumber:Istimewa)
Mengapa 10 hari awal Ramadan disebut bulan rahmat? Ini penjelasannya (Sumber:Istimewa)
Bulan Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lain. Selain menjadi waktu diwajibkannya puasa, Ramadan juga dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan kasih sayang Allah SWT. Salah satu pembagian yang populer di tengah umat Islam adalah pembagian Ramadan menjadi tiga fase, di mana 10 hari awal disebut sebagai bulan rahmat.
Sebutan ini memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan kondisi spiritual umat Islam di awal menjalani ibadah puasa. Pada fase awal Ramadan, Allah SWT memberikan kelembutan dan kasih sayang-Nya kepada seluruh hamba, tanpa memandang seberapa banyak dosa yang pernah dilakukan.
Inilah mengapa 10 hari pertama sering dimanfaatkan sebagai waktu memperbaiki diri dan membangun kembali kebiasaan ibadah yang sempat lalai.
Makna rahmat di 10 Hari awal Ramadan
Rahmat berarti kasih sayang, kelembutan, dan pertolongan dari Allah SWT. Dalam konteks Ramadan, rahmat di 10 hari awal menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memulai ibadah dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih lurus.
Puasa di awal Ramadan biasanya terasa lebih ringan secara mental karena semangat masih tinggi dan suasana ibadah masih sangat terasa.
Pembagian Ramadan menjadi tiga fase ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan dari Salman Al-Farisi RA, di mana Rasulullah SAW menjelaskan bahwa awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.
Walaupun hadits ini memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait derajatnya, makna yang terkandung tetap selaras dengan nilai Islam tentang luasnya rahmat Allah.
Dalil Al-Qur’an tentang luasnya rahmat Allah
Konsep rahmat dalam Islam sangat luas dan menjadi dasar hubungan antara Allah dan hamba-Nya. Dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 156, Allah SWT berfirman:
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu." Ayat ini menegaskan bahwa rahmat Allah tidak terbatas pada waktu tertentu, namun Ramadan menjadi momen istimewa di mana rahmat tersebut terasa lebih dekat dan nyata.
Di 10 hari awal Ramadan, Allah memberikan kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri tanpa merasa terbebani oleh masa lalu.
Ayat ini juga menjadi pengingat bahwa siapa pun yang berniat memperbaiki diri di awal Ramadan akan mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.
Amalan yang dianjurkan
1. Membangun fondasi spiritual
Sepuluh hari awal Ramadan menjadi waktu terbaik untuk menata kembali niat dan meningkatkan kualitas ibadah.
2. Menjaga ibadah wajib
Melaksanakan salat lima waktu tepat waktu sebagai dasar kedisiplinan ibadah selama Ramadan.
3. Membiasakan tilawah Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an setiap hari sebagai bentuk kedekatan diri kepada Allah SWT.
4. Memperbanyak doa dan dzikir
Memohon ampunan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalani ibadah puasa.
5. Melatih kepedulian sosial
Berbagi makanan berbuka, bersedekah, dan membantu sesama sebagai wujud rahmat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menjaga kesehatan selama puasa
Mempersiapkan sahur dan berbuka dengan makanan sehat serta mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air mineral yang cukup agar tubuh tetap bugar.
Rahmat Ramadan dalam kehidupan
Nuansa rahmat di awal Ramadan tidak hanya terasa dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Hubungan keluarga menjadi lebih hangat, komunikasi terasa lebih tenang, dan suasana rumah cenderung lebih religius.
Banyak orang juga mulai menata ulang rutinitas harian, termasuk menyiapkan perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, atau Al-Qur’an baru agar ibadah terasa lebih nyaman dan khusyuk.
Dengan memanfaatkan rahmat di awal Ramadan, umat Islam diharapkan mampu menjalani sisa Ramadan dengan lebih kuat secara spiritual hingga meraih ampunan dan pembebasan di fase berikutnya.




