Top
Begin typing your search above and press return to search.

Mengapa Ramadan disebut bulan penuh berkah? Ini penjelasannya

Mengapa Ramadan disebut bulan penuh berkah? Ini penjelasannya: Keutamaan bulan ramadan ialah sebagai waktu ibadah, ampunan, dan kebaikan

Mengapa Ramadan disebut bulan penuh berkah? Ini penjelasannya
X

Ini alasan mengapa bulan Ramadan disebut sebagai bulan penuh berkah.

Mengapa Ramadan disebut bulan penuh berkah? Penjelasan terkait hal ini tidak bisa dilepaskan dari alasan keutamaan bulan ramadan yang begitu besar serta makna spiritual yang menyertai bulan ramadan. Menjelang bulan Ramadan 2026, kita harus paham bahwa bulan ini merupakan momen istimewa yang di dalamnya terkandung limpahan rahmat, ampunan, dan pahala berlipat ganda. Setiap tahunnya, umat Islam di seluruh dunia menanti datangnya bulan ini sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kalender Hijriah, Ramadan merupakan bulan kesembilan yang memiliki kedudukan sangat mulia. Di Indonesia, bulan ramadan 2026 diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari, menandai dimulainya kembali rangkaian ibadah yang penuh nilai spiritual dan sosial. Lalu, apa yang membuat Ramadan disebut sebagai bulan penuh berkah? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan dalil, tradisi keislaman, dan praktik ibadah yang dijalankan umat Muslim.

1. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an

Salah satu alasan utama mengapa Ramadan disebut bulan penuh berkah adalah karena pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Karena itu, Ramadan memiliki kedudukan istimewa sebagai bulan yang membawa cahaya petunjuk, pedoman hidup, dan pembeda antara yang hak dan batil. Keutamaan bulan ramadan ini menjadikannya waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

2. Pintu ampunan dibuka seluas-luasnya

Keutamaan bulan ramadan berikutnya adalah dibukanya pintu ampunan selebar-lebarnya.

Suasana bulan Ramadan yang sangat kondusif bagi umat Islam tepat untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan. Setiap ibadah yang dilakukan, mulai dari puasa, salat, zikir, hingga sedekah, menjadi sarana untuk menghapus dosa dan kesalahan. Inilah yang membuat Ramadan disebut sebagai bulan penuh berkah dan pengampunan.

3. Pahala ibadah dilipatgandakan

Salah satu keutamaan bulan ramadan yang paling menonjol adalah dilipatgandakannya pahala setiap amal kebaikan. Dalam ajaran Islam, setiap ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Puasa yang dijalankan dengan penuh keikhlasan, salat tarawih yang dilakukan secara rutin, hingga sedekah yang diberikan kepada sesama, semuanya bernilai ibadah yang ganjarannya berlipat. Karena itu, bulan ramadan menjadi waktu yang baik bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal akhirat.

4. Malam lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan

Ramadan disebut bulan penuh berkah juga karena di dalamnya terdapat malam lailatul qadar, yaitu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam ini disebutkan dalam Surah Al-Qadr sebagai malam penuh kemuliaan, di mana para malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan.

Keutamaan malam lailatul qadar menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Umat Islam berlomba-lomba meningkatkan kualitas salat, doa, dan zikir dengan harapan mendapatkan kemuliaan malam tersebut.

5. Ramadan sebagai bulan pendidikan spiritual dan moral

Selain nilai ibadah, keutamaan bulan ramadan juga terletak pada fungsi pendidikannya. Puasa melatih kesabaran, pengendalian diri, serta empati terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang beruntung.

Dalam konteks sosial, Ramadan mengajarkan nilai solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan. Tradisi berbagi takjil, sedekah, serta zakat fitrah memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan rasa persaudaraan. Pada bulan ramadan, nilai-nilai ini kembali menjadi pusat perhatian dalam kehidupan bermasyarakat.

6. Momen untuk perbaikan diri dan refleksi

Ramadan juga disebut bulan penuh berkah karena menjadi waktu terbaik untuk refleksi diri. Selama sebulan penuh, umat Islam diajak untuk mengevaluasi perilaku, memperbaiki akhlak, dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, dan i’tikaf menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama serta meningkatkan kualitas keimanan. Dengan demikian, Ramadan bisa membentuk karakter dan kepribadian yang lebih baik.

7. Keistimewaan Ramadan dalam tradisi Islam di Indonesia

Di Indonesia, keutamaan bulan ramadan tercermin dalam berbagai tradisi keagamaan dan budaya. Mulai dari tarawih berjamaah, pesantren kilat, buka puasa bersama, hingga kegiatan sosial berbasis masjid, semuanya memperkaya makna Ramadan sebagai bulan penuh berkah.

Pada bulan ramadan, tradisi-tradisi ini diperkirakan kembali semarak, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersamaan dan nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadan jadi bulan penuh berkah karena terletak pada keutamaan bulan ramadan yang mencakup turunnya Al-Qur’an, dibukanya pintu ampunan, dilipatgandakannya pahala, hadirnya malam lailatul qadar, serta perannya dalam membentuk spiritual dan moral umat. Bulan Ramadan menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk memperdalam iman, memperbanyak amal, dan memperkuat hubungan dengan sesama. Dengan memahami makna dan keistimewaannya, Ramadan dapat dijalani sebagai momen transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire