Top
Begin typing your search above and press return to search.

Niat puasa Ramadan: Kapan dibaca dan apakah harus setiap hari?

Niat puasa Ramadan, kapan dibaca dan apakah harus setiap hari? Ini pembahasan waktu niat puasa Ramadan dan ketentuannya secara lengkap.

Niat puasa Ramadan: Kapan dibaca dan apakah harus setiap hari?
X

Apakah niat berpuasa harus setiap hari?

Niat puasa merupakan salah satu keutamaan yang harus dilakukan umat muslim sebelum melaksanakan puasa. Dengan membaca niat diharapkan berpuasa menjadi lebih tulus, tenang, dan teguh. Tapi yang kerap menjadi pertanyaan ialah ialah kapan niat puasa harus dibaca dan apakah apakah harus setiap hari? Pembahasan mengenai niat puasa Ramadan berkaitan dengan lafadz, waktu, keberlanjutan, dan kedudukannya dalam ibadah puasa. Memahami hal ini penting agar pelaksanaan puasa Ramadan sesuai dengan ketentuan syariat dan tidak menimbulkan keraguan dalam beribadah.

Pengertian niat dalam puasa Ramadan

Dalam konteks ibadah, niat merupakan kesengajaan hati untuk melakukan suatu amal karena Allah. Puasa Ramadan termasuk ibadah wajib, sehingga niat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sah atau tidaknya puasa. Hakikat niat berada di dalam hati, berupa kesadaran dan tekad untuk berpuasa keesokan harinya sebagai bagian dari kewajiban Ramadan.

Kapan niat puasa Ramadan dibaca?

Waktu membaca niat puasa Ramadan menjadi poin penting yang sering dibahas dalam fikih. Secara umum, niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari, yaitu sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Artinya, niat dapat dilakukan setelah salat Isya, setelah tarawih, atau bahkan sebelum tidur, selama masih berada dalam rentang waktu malam.

Batas akhir niat puasa Ramadan adalah sebelum waktu Subuh. Jika seseorang sudah berniat puasa Ramadan di malam hari, maka puasanya sah meskipun ia bangun dalam keadaan terlambat dan langsung mendapati waktu Subuh telah masuk, selama niat sudah ada sebelumnya.

Apakah niat puasa Ramadan harus setiap hari?

Pertanyaan apakah niat puasa Ramadan harus setiap hari memiliki penjelasan yang berbeda dalam khazanah fikih. Secara umum, puasa Ramadan dipahami sebagai rangkaian puasa wajib yang dilakukan selama satu bulan penuh. Namun, setiap hari puasa tetap dianggap sebagai ibadah yang berdiri sendiri.

Sebagian ulama berpendapat bahwa niat puasa Ramadan dilakukan setiap malam untuk puasa keesokan harinya. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa setiap hari puasa memiliki hukum dan kewajiban tersendiri, sehingga memerlukan niat tersendiri pula.

Di sisi lain, terdapat pendapat yang membolehkan niat puasa Ramadan dilakukan sekali di awal bulan untuk keseluruhan puasa Ramadan, selama tidak ada hal yang memutus puasa di tengah bulan, seperti sakit berat atau perjalanan jauh yang membolehkan tidak berpuasa. Meski demikian, praktik membaca niat setiap malam tetap dianjurkan untuk kehati-hatian dan menghindari perbedaan pendapat.

Apakah niat harus dilafalkan?

Pada beberapa rujukan dan sumber literatur telah menjelaskan terkait bagaimana niat puasa yang sah menurut Islam. Pada sumber tersebut telah dijelaskan dengan sebegitu detail bahwa niat puasa harus dimulai dari hati, dan melafalkannya merupakan sunnah Rasulullah SAW

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (II/23) menjelaskan bahwa sesugguhnya niat dalam hati tanpa lisan sudah cukup:

فإن نوى بقلبه دون لسانه أجزاه

Sesungguhnya niat dengan hati tanpa lisan sudah cukup.” (Imam Nawawi, Al-Majmu’, Daarul ‘Âlimil Kutub, halaman 23)

Dalam kitab I’anatu Thalibin pada bab puasa (صوم), keterangan senada juga ditemukan.

النيات با لقلب ولا يشترط التلفظ بها بل يندب

Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi mengucapkan niat itu disunahkan.” (Sayid Bakri, I’anatu Thalibin, Surabaya, Hidayah, halaman 221)

Bagaimana jika lupa membaca niat di malam hari?

Jika seseorang lupa membaca niat puasa Ramadan di malam hari, maka status puasanya bergantung pada ada atau tidaknya niat dalam hati sebelum Subuh. Apabila sejak malam sudah ada kesadaran dan tekad untuk berpuasa esok hari meskipun tidak melafalkan niat secara khusus, puasa tersebut tetap sah.

Namun, jika benar-benar tidak ada niat hingga waktu Subuh tiba, maka puasa hari tersebut tidak memenuhi syarat sah puasa Ramadan dan perlu diganti di hari lain.

Niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari sebelum Subuh dan pada dasarnya dianjurkan untuk diperbarui setiap hari. Meski terdapat pendapat yang membolehkan niat sekali untuk satu bulan penuh, membaca niat setiap malam dinilai lebih aman dan sesuai dengan praktik yang banyak diajarkan. Dengan memahami kapan niat puasa Ramadan dibaca dan apakah harus setiap hari, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan yakin.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire