Top
Begin typing your search above and press return to search.

Perayaan malam Nuzulul Qur’an di dunia Islam

Menelusuri sejarah & ragam perayaan malam Nuzulul Qur’an di dunia Islam yang jatuh setiap 17 Ramadhan melalui tabligh akbar, khataman, hingga tradisi lokal unik

Perayaan malam Nuzulul Qur’an di dunia Islam
X

Ilustrasi. (Sumber: Freepik)

Turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW menjadi landasan utama dari perayaan malam Nuzulul Qur’an yang terjadi di dunia Islam, dan secara luas diperingati umat Muslim pada malam ke-17 bulan Ramadan. Dalam sejarah Al-Qur'an, peristiwa ini merujuk pada turunnya lima ayat pertama Surat Al-Alaq di Gua Hira. Momen tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan Islam dan diperingati sebagai bentuk rasa syukur terhadap turunnya kitab suci.

Makna utama dari peringatan ini adalah mendorong umat untuk kembali menelaah nilai-nilai Al-Qur’an melalui berbagai aktivitas ibadah. Kegiatan tersebut dapat berupa pembacaan ayat suci secara bersama-sama, diskusi tafsir, hingga pengajian yang digelar di berbagai pusat kegiatan keagamaan di dunia Islam.

Acara ini umumnya diselenggarakan dengan dukungan lembaga keagamaan maupun otoritas negara. Di Indonesia misalnya, pemerintah secara rutin mengadakan peringatan nasional yang kerap dipusatkan di masjid besar atau bahkan di lingkungan kenegaraan dengan menghadirkan ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan negara sahabat..

Tradisi khataman dan pengajian bersama di masjid-masjid

Di sejumlah negara seperti Mesir dan Maroko, malam ke-17 ramadan sering dianggap sebagai puncak dari kegiatan tadarus yang telah berlangsung sejak awal bulan.

Masjid-masjid besar seperti Al-Azhar di Kairo menjadi tempat berkumpulnya ribuan jamaah yang datang untuk mengikuti pembacaan Al-Qur’an oleh para qari ternama dari berbagai negara.

Pada malam tersebut, jumlah jamaah yang hadir di masjid biasanya meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Banyak umat yang mengikuti khataman Al-Qur’an berjamaah sebagai tradisi Ramadhan yang telah berlangsung lama.

Selain membaca Al-Qur’an, berbagai kajian keislaman juga digelar untuk memperdalam pemahaman tentang Al-Qur'an dan Islam. Tujuannya agar umat Islam tidak sekedar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami konteks sejarah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Semarak tabligh akbar dan peringatan nasional di Asia Tenggara

Di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia, perayaan malam Nuzulul Qur’an di dunia Islam sering berlangsung dalam bentuk acara besar yang bersifat seremonial. Salah satu bentuknya adalah tabligh akbar yang dihadiri tokoh agama, pejabat negara, hingga masyarakat luas.

Acara semacam ini sering disiarkan melalui televisi atau platform digital sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Di tingkat akar rumput, banyak desa atau kampung menyelenggarakan lomba menghafal Al-Qur’an bagi anak-anak. Tradisi ini biasanya disertai dengan pembagian makanan atau sedekah.

Refleksi spiritual melalui itikaf dan doa bersama di Timur Tengah

Di wilayah Timur Tengah, peringatan malam Nuzulul Qur’an lebih banyak diisi dengan aktivitas ibadah yang reflektif. Masyarakat di negara-negara seperti Arab Saudi dan Yordania biasanya memperbanyak ibadah malam dengan berdiam diri di masjid untuk melakukan itikaf.

Sejak waktu Isya hingga menjelang sahur, jamaah melaksanakan salat malam, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa bersama. Meski tidak selalu dirayakan meriah dengan acara publik, makna peringatan ini tetap terasa kuat.

Pendekatan ini sejalan dengan tujuan bulan ramadan, yaitu memperdalam hubungan antara manusia dengan Allah SWT melalui pengendalian diri dan peningkatan kualitas keimanan.

Peran lembaga pendidikan

Institusi pendidikan Islam seperti pesantren, madrasah, dan universitas keagamaan juga memainkan peran penting dalam menjaga tradisi Nuzulul Qur’an. Di negara seperti Pakistan dan Iran, berbagai seminar ilmiah sering diadakan untuk membahas perkembangan kajian Al-Qur’an.

Para peneliti membahas berbagai aspek seperti struktur bahasa Arab, sejarah penulisan mushaf, hingga dimensi ilmiah dalam Al-Qur’an. Diskusi semacam ini menjadi bagian dalam upaya memahami kitab suci secara mendalam.

Selain seminar akademik, banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pameran kaligrafi Al-Qur’an sebagai karya seni dan sarana dakwah.

Perayaan Nuzulul Qur’an IKN (Ibu Kota Nusantara)

Pada bulan Ramadan, peringatan Nuzulul Qur’an juga digelar secara besar di Ibu Kota baru Indonesia, IKN. Acara ini sudah berjalan sejak tahun 2023. Misalnya pada bulan Ramadan 1447 H/2026 Ribuan jamaah menghadiri Nuzulul Qur'an ini yang berlangsung di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara pada 7 Maret 2026. Acara ini diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian Agama dan Otorita IKN dengan tema yang menekankan peran Al-Qur’an dalam menjaga keseimbangan alam serta membangun perdamaian global. Kegiatan tersebut diisi dengan tausiyah, buka puasa bersama, serta pembacaan ayat suci yang diikuti masyarakat dari berbagai daerah.

Dengan demikian, perayaan malam Nuzulul Qur’an di dunia Islam tidak sekedar bersifat vertikal sebagai upaya menjaga kualitas hubungan dengan Tuhan, tetapi juga aspek horizontal dengan sesama manusia melalui tindakan nyata.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire