Top
Begin typing your search above and press return to search.

Rekomendasi model sarung stylish pria untuk Ramadan & Lebaran

Rekomendasi model sarung stylish pria untuk Ramadan & Lebaran, mulai dari sarung tradisional hingga modern yang estetik, elegan, dan cocok untuk anak muda.

Rekomendasi model sarung stylish pria untuk Ramadan & Lebaran
X

Ini model sarung stylish pria supaya Ramadan kamu lebih bergaya.

Menjelang Ramadan, pemilihan outfit atau busana untuk berbagai kegiatan biasanya sudah dimulai dipersiapkan. Belum lagi dengan naiknya minat banyak orang pada tren busana muslim yang merupakan hasil fusi antara unsur yang tradisional namun dengan perspektif yang lebih modern. Untuk para pria contohnya, sudah banyak ragam model sarung sebagai bagian dari meningkatnya tren busana muslim. Sarung tak lagi diilihat sekadar sebagai pakaian ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari ekspresi estetika pria, terutama saat momen Ramadan dan Lebaran. Sarung kini hadir dengan visual yang lebih segar, potongan yang rapi, serta padu padan atasan yang mendukung tampilan modern tanpa meninggalkan identitasnya. Berikut rekomendasi model sarung pria yang stylish serta kekinian.

1. Sarung model Sikka


(Sarung Sikka yang khas)

Sarung Sikka berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur, dan dikenal melalui motif geometris yang terbentuk dari teknik tenun ikat. Warna-warna yang digunakan umumnya bersumber dari pewarna alam, seperti indigo, cokelat tanah, dan merah marun, sehingga menghasilkan tampilan yang hangat dan berkarakter.

Untuk tampilan Ramadan dan Lebaran, sarung model Sikka kerap dipadukan dengan atasan polos agar motif tenun tetap menjadi pusat perhatian. Kemeja koko berbahan katun atau linen dengan potongan lurus menjadi pilihan yang sering digunakan. Warna putih gading, krem, atau abu-abu muda memberi kesan bersih sekaligus modern. Kombinasi ini banyak dipilih karena menampilkan kesan etnik yang rapi dan tidak berlebihan, sesuai dengan selera anak muda yang ingin tampil sederhana namun berkelas.

2. Sarung Batik

(Sarung batik masih merupakan pilihan elegan)

Sarung batik merupakan adaptasi dari kain batik yang dijahit atau dirancang khusus dalam bentuk sarung. Motifnya sangat beragam, mulai dari parang, kawung, hingga motif kontemporer dengan pola yang lebih sederhana. Sarung batik banyak digunakan karena fleksibilitasnya, baik untuk ibadah, silaturahmi, maupun acara keluarga saat Lebaran.

Atasan yang umum dipadukan dengan sarung batik adalah baju koko atau kemeja lengan panjang dengan detail minimal. Warna atasan yang sering dipilih antara lain hitam, navy, atau putih untuk menyeimbangkan motif sarung yang cenderung kompleks. Untuk kesan lebih modern, kombinasi sarung batik bermotif kecil dengan atasan monokrom memberi tampilan rapi dan tidak terlalu formal, sehingga tetap relevan untuk generasi muda.

3. Sarung tenun Mamasa


(sarung tenun motif simetris)

Sarung tenun Mamasa berasal dari Sulawesi Barat dan dikenal dengan motif simetris serta penggunaan warna kontras yang tegas. Pola yang dihasilkan dari proses tenun tradisional menciptakan tekstur visual yang kuat, menjadikan sarung ini menonjol meski dipadukan dengan atasan sederhana.

Dalam konteks Ramadan dan Lebaran, sarung Mamasa sering dipadukan dengan atasan polos berbahan ringan, seperti kemeja katun tanpa banyak ornamen. Warna atasan yang selaras biasanya diambil dari salah satu warna dominan pada sarung, misalnya cokelat tua, hitam, atau krem. Padu padan ini memberikan kesan etnik yang matang sekaligus modern, cocok untuk pria muda yang ingin tampil berbeda tanpa terlihat berlebihan.

4. Model sarung celana

Model sarung celana merupakan inovasi yang menggabungkan fungsi sarung dengan kenyamanan celana. Desain ini banyak diminati karena praktis dan mendukung mobilitas, terutama saat aktivitas Ramadan hingga silaturahmi Lebaran yang padat.

Sarung celana umumnya memiliki potongan lurus dengan motif sederhana atau polos. Atasan yang sering dipadukan adalah kemeja koko modern, kaus berkerah, atau kemeja kasual dengan warna netral. Kombinasi warna hitam, abu-abu, atau navy pada sarung celana dengan atasan putih atau pastel memberi kesan bersih dan kontemporer. Model ini banyak dipilih anak muda karena tampilannya yang rapi sekaligus fungsional.

5. Model sarung Buton modern


(Sarung Buton punya ciri khas garis serta warna kontras yang sangat estetis)

Sarung Buton berasal dari Sulawesi Tenggara dan dikenal melalui motif garis serta warna-warna kontras yang terstruktur. Dalam versi modern, sarung Buton mengalami penyesuaian dari segi warna dan komposisi motif agar lebih mudah dipadukan dengan busana masa kini.

Untuk Ramadan dan Lebaran, sarung Buton modern sering dipadukan dengan atasan berpotongan simpel, seperti kemeja koko tanpa bordir atau kemeja lengan panjang polos. Warna atasan yang banyak digunakan antara lain putih, cokelat muda, atau abu-abu, yang berfungsi menyeimbangkan karakter motif sarung. Kombinasi ini menciptakan tampilan yang tegas namun tetap elegan, menjadikan sarung Buton modern relevan bagi pria muda yang menginginkan gaya tradisional dengan sentuhan kekinian.

Melalui beragam pilihan tersebut, rekomendasi model sarung stylish pria untuk Ramadan & Lebaran menunjukkan bahwa sarung dapat menjadi elemen busana yang adaptif, estetik, dan sesuai dengan perkembangan gaya berpakaian modern, tanpa melepaskan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire