Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sejarah THR dan tradisi amplop Lebaran

Sejarah THR dan tradisi amplop Lebaran di Indonesia bermula dari kebijakan negara hingga menjadi budaya berbagi dalam keluarga saat Idul Fitri, sampai sekarang.

Sejarah THR dan tradisi amplop Lebaran
X

Sejarah THR dan tradisi amplop Lebaran dari tahun ke tahun (Sumber:Istimewa)

Tunjangan Hari Raya atau THR sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Setiap menjelang Idul Fitri, pembahasan soal THR hampir selalu muncul, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat luas.

Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana sejarah THR bermula dan bagaimana tradisi amplop Lebaran berkembang hingga seperti sekarang.

Memahami sejarah THR dan tradisi amplop Lebaran penting untuk melihat bahwa kebiasaan ini bukan sekadar soal uang, melainkan juga tentang nilai sosial, kebersamaan, dan budaya berbagi.

Awal mula THR di Indonesia

Sejarah THR di Indonesia berawal pada era pemerintahan Presiden Soekarno, tepatnya sekitar tahun 1950-an. Saat itu, pemerintah memberikan tunjangan khusus kepada pegawai negeri untuk membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya keagamaan.

Kebijakan ini muncul sebagai bentuk perhatian negara terhadap kesejahteraan pekerja, terutama di masa ekonomi yang belum stabil.

Seiring waktu, praktik pemberian THR tidak hanya berlaku bagi pegawai negeri. Perusahaan swasta pun mulai mengikuti kebijakan serupa sebagai bentuk tanggung jawab kepada karyawan.

Hingga akhirnya, THR diatur secara resmi dalam peraturan ketenagakerjaan dan menjadi hak pekerja menjelang hari raya keagamaan.

Dari sinilah THR berkembang menjadi tradisi tahunan yang ditunggu-tunggu, khususnya menjelang Lebaran.

Tradisi amplop Lebaran di lingkungan keluarga

Berbeda dengan THR di dunia kerja, tradisi amplop Lebaran tumbuh secara alami di tengah masyarakat. Biasanya, orang dewasa memberikan uang dalam amplop kepada anak-anak, keponakan, atau kerabat yang lebih muda saat bersilaturahmi di Hari Raya.

Amplop Lebaran awalnya sangat sederhana. Uang diberikan menggunakan amplop polos tanpa desain khusus.

Namun, maknanya tetap sama, yaitu sebagai bentuk kasih sayang, doa, dan berbagi kebahagiaan di hari kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Bagi anak-anak, amplop Lebaran menjadi simbol kegembiraan yang identik dengan momen Lebaran itu sendiri.

Perkembangan amplop Lebaran dari waktu ke waktu

Seiring perkembangan zaman, tradisi amplop Lebaran ikut mengalami perubahan. Jika dahulu amplop hanya berfungsi sebagai pembungkus uang, kini tampilannya semakin diperhatikan.

Amplop Lebaran hadir dengan berbagai desain, warna, dan tema yang menyesuaikan tren. Motif Islami, ilustrasi anak, hingga desain minimalis modern menjadi pilihan banyak orang.

Bahkan, sebagian orang memilih menyesuaikan warna amplop dengan tema outfit Lebaran atau dekorasi rumah.

Meski tampilannya berubah, tujuan utama amplop Lebaran tetap sama, yaitu menyampaikan niat baik dan kebahagiaan.

Makna di balik THR dan amplop Lebaran

THR dan amplop Lebaran memiliki makna sosial yang kuat dalam budaya Indonesia. Tradisi ini memperkuat nilai berbagi, kepedulian, dan kebersamaan antar anggota keluarga maupun masyarakat.

Bagi penerima, THR dapat membantu memenuhi kebutuhan Lebaran. Sementara bagi pemberi, tradisi ini menjadi sarana berbagi rezeki dan menjaga hubungan sosial.

Inilah yang membuat THR dan amplop Lebaran tetap bertahan meski kondisi ekonomi dan gaya hidup terus berubah.

Tradisi THR di era modern

Di era modern, bentuk dan nilai THR memang semakin beragam. Namun, esensi dari sejarah THR dan tradisi amplop Lebaran tidak pernah berubah. Tradisi ini tetap menjadi simbol perhatian, rasa syukur, dan kebahagiaan bersama saat Hari Raya.

Dengan memahami asal-usul dan maknanya, masyarakat diharapkan tidak memandang THR semata-mata dari nominalnya, melainkan dari nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya.

Sejarah THR dan tradisi amplop Lebaran menunjukkan bahwa kebiasaan ini tumbuh dari nilai kepedulian dan solidaritas.

Dari kebijakan pemerintah hingga tradisi keluarga, THR dan amplop Lebaran telah menjadi bagian penting dari budaya Lebaran di Indonesia.

Hingga kini, tradisi tersebut terus bertahan sebagai simbol berbagi dan mempererat hubungan antar sesama.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire