Tips menghadapi mabuk perjalanan saat perut kosong di bulan Puasa
Pelajari tips menghadapi mabuk perjalanan saat perut kosong di bulan puasa. Strategi aman agar perjalanan mudik tetap nyaman, bebas mual, dan fit sampai tujuan.

Tips menghadapi mabuk perjalanan saat perut kosong di bulan Puasa (Sumber:freepik.com)
Tips menghadapi mabuk perjalanan saat perut kosong di bulan Puasa (Sumber:freepik.com)
Mudik atau perjalanan panjang saat Ramadan selalu punya tantangan tersendiri, terutama bagi pemudik yang harus menahan lapar dan haus. Salah satu masalah yang sering muncul adalah mabuk perjalanan atau motion sickness. Sensasi mual, pusing, dan kepala terasa berat bisa mengganggu perjalanan, apalagi ketika perut kosong karena sedang berpuasa.
Mabuk perjalanan mungkin terlihat sepele, tapi bisa mengurangi energi, membuat perjalanan terasa melelahkan, bahkan mengganggu fokus pengemudi atau penumpang lain. Untuk itu, penting mengetahui penyebab dan strategi mengatasinya agar tubuh tetap fit sampai tujuan.
Penyebab mabuk perjalanan saat perut kosong
Mabuk perjalanan muncul karena ketidaksesuaian sinyal antara mata, telinga bagian dalam, dan otak. Saat naik bus atau mobil, tubuh merasakan gerakan, tetapi mata tidak melihat pergerakan yang sama. Ketidakseimbangan ini memicu rasa mual.
Saat perut kosong, sensitiv tubuh meningkat. Lambung yang kosong cenderung lebih mudah mual, sementara gula darah rendah membuat kepala pusing dan tubuh lemas. Inilah alasan mengapa pemudik yang berpuasa lebih rentan mengalami mabuk perjalanan dibanding yang makan sahur lengkap.
Tips ampuh mengurangi mabuk perjalanan
Berikut beberapa strategi agar perjalanan tetap nyaman meski sedang berpuasa:
1. Pilih kursi yang stabil
Kursi di bagian tengah kendaraan, dekat roda, biasanya lebih stabil dibanding kursi depan atau belakang. Posisi ini mengurangi guncangan berlebihan yang memicu mabuk.
2. Fokus pada objek jauh
Hindari membaca buku atau menatap layar HP terlalu lama. Sebaliknya, fokuskan pandangan ke horison atau objek jauh yang tetap stabil. Cara ini membantu otak menyesuaikan sinyal dari mata dan telinga bagian dalam.
3. Atur sirkulasi udara
Pastikan ventilasi udara cukup, terutama di bus atau mobil yang lama. Menghirup udara segar atau aroma menenangkan, seperti minyak kayu putih atau peppermint, dapat mengurangi rasa mual.
4. Konsumsi sahur bergizi
Sahur yang cukup dan seimbang membantu menjaga gula darah tetap stabil. Pilih makanan kaya karbohidrat kompleks seperti roti gandum, oatmeal, atau pisang. Hindari makanan terlalu berat atau berminyak agar lambung tidak kaget saat perjalanan.
5. Gunakan titik akupresur atau gelang anti mabuk perjalanan
Menekan titik akupresur di pergelangan tangan atau mengenakan gelang anti-mabuk bisa membantu mencegah mual. Alat kecil ini praktis dibawa dan efektif saat tubuh mulai lelah.
Obat anti mabuk aman untuk Puasa
Jika diperlukan, konsumsi obat anti-mabuk yang aman saat berpuasa. Pastikan membaca aturan pakai agar tidak mengganggu puasa.
Tips selama perjalanan
- Tetap duduk tegak: Posisi tegak membantu lambung dan pencernaan bekerja lebih baik.
- Hindari bau menyengat: Aroma tertentu bisa memicu mual, pastikan ventilasi mobil atau bus baik.
- Bawa botol minum travel friendly: Meski tidak diminum saat puasa, botol ini berguna untuk berbuka atau sahur nanti.
Dengan menyiapkan botol minum lipat, minyak aromaterapi, gelang anti-mabuk, atau obat ringan, kamu bisa menjaga perjalanan tetap nyaman tanpa ribet, sekaligus tetap fit saat berbuka nanti.
Mabuk perjalanan saat perut kosong memang menantang, tapi bisa diatasi dengan strategi tepat. Pilih kursi stabil, fokus pada horison, atur sirkulasi udara, konsumsi sahur bergizi, dan siapkan aksesoris seperti titik akupresur, botol minum travel friendly, atau obat anti-mabuk aman.
Dengan persiapan matang, perjalanan mudik saat Ramadan menjadi lebih nyaman dan aman. Kamu bisa menikmati momen bersama keluarga tanpa terganggu rasa mual atau pusing, tetap penuh energi, dan siap menyambut Lebaran dengan semangat.




