Top
Begin typing your search above and press return to search.

Waspada penipuan Zakat online palsu: Ciri lembaga tidak kredibel

Waspada penipuan zakat online palsu ditengah bulan Ramadan, hal ini terjadi dengan lembaga yang tidak kredibel

Waspada penipuan Zakat online palsu: Ciri lembaga tidak kredibel
X

Waspada penipuan Zakat online palsu: Ciri lembaga tidak kredibel (Sumber:freepik.com)

Menjelang Ramadan, tren pembayaran zakat secara digital meningkat pesat. Kemudahan transfer melalui mobile banking, e-wallet, hingga QRIS membuat masyarakat semakin nyaman menyalurkan zakat tanpa harus datang langsung ke lembaga amil. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul risiko baru seperti penipuan zakat online palsu.

Modus ini memanfaatkan momen meningkatnya kesadaran berzakat. Pelaku biasanya membuat akun media sosial, website, atau pesan berantai yang mengatasnamakan lembaga zakat tertentu. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tertipu karena kurang melakukan verifikasi.

Mengapa terjadi bpenipuan zakat online?

Ada beberapa alasan kenapa kasus ini sering muncul, terutama menjelang Ramadan:

  • Tingginya minat masyarakat untuk berdonasi
  • Kampanye zakat di media sosial
  • Kurangnya literasi digital dan verifikasi legalitas
  • Kemudahan membuat website atau rekening atas nama yayasan

Situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi.

Dengan sistem Online tentunya masyarakat berpikir akan lebih mudah dan cepat, tetapi di balik itu hal-hal kejahatan selalu ada. Memilih media atau tempat penyaluran Zakat yang tepat bisa menjadi langkah utama untuk terjebak dalam penipuan Zakat online.

Ciri-ciri lembaga zakat online yang tidak kredibel

Agar tidak tertipu, berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

1. Tidak memiliki izin resmi

Lembaga zakat resmi di Indonesia biasanya terdaftar dan memiliki izin dari otoritas terkait seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Jika sebuah lembaga tidak mencantumkan nomor izin atau legalitas yang jelas, patut dicurigai.

2. Rekening pribadi atas nama individu

Lembaga resmi umumnya menggunakan rekening atas nama yayasan atau institusi. Jika donasi diminta dikirim ke rekening pribadi tanpa penjelasan transparan, sebaiknya waspada.

3. Tidak ada laporan penyaluran dana

Lembaga kredibel biasanya mempublikasikan laporan keuangan dan dokumentasi penyaluran dana. Jika tidak ada transparansi sama sekali, itu bisa menjadi tanda bahaya.

4. Website atau akun media sosial baru

Periksa kapan akun dibuat, apakah memiliki alamat kantor jelas, nomor kontak aktif, dan identitas pengurus yang transparan.

5. Menggunakan tekanan emosional berlebihan

Pesan seperti “donasi sekarang juga” atau “hanya hari ini” sering digunakan untuk mendorong keputusan cepat tanpa berpikir panjang.

Cara aman menyalurkan Zakat secara online

Agar lebih aman, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan lembaga terdaftar di BAZNAS atau lembaga resmi lainnya
  • Cek reputasi di pencarian Google dan ulasan publik
  • Gunakan website resmi
  • Hindari transfer ke rekening pribadi tanpa verifikasi
  • Simpan bukti transfer dan dokumentasi pembayaran

Selain itu, masyarakat juga bisa menyalurkan zakat melalui platform yang sudah bekerja sama dengan lembaga resmi dan memiliki sistem keamanan berlapis.

mencari informasi lebih dalam untuk Zakat bisa menyelamatkan diri dari modus penipuan, hal ini tentunya bisa terjadi di waktu menjelang Lebaran bisa diatasi dengen langkah diatas.

Apa yang harus dilakukan jika terlanjur tertipu?

Jika sudah terlanjur mentransfer dana ke lembaga yang ternyata palsu:

1. Segera hubungi pihak bank untuk melaporkan transaksi

2. Simpan semua bukti percakapan dan transfer

3. Laporkan ke pihak berwajib agar kasus dapat ditindaklanjuti

4. Informasikan ke keluarga atau teman agar tidak menjadi korban berikutnya

Semakin cepat laporan dilakukan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerugian.

Membayar zakat adalah ibadah yang mulia dan penuh pahala. Namun di era digital, kehati-hatian tetap diperlukan agar niat baik tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan mengenali ciri lembaga zakat online yang tidak kredibel dan memahami cara verifikasi legalitasnya, masyarakat dapat tetap berzakat dengan aman dan tenang.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire