Top
Begin typing your search above and press return to search.

7 legenda asal Argentina yang pernah hadir di Pildun

Daftar 7 legenda asal Argentina yang pernah hadir di Pildun, lengkap dengan kontribusi, era bermain, dan jejak sejarah di Pildun segala edisi.

7 legenda asal Argentina yang pernah hadir di Pildun
X

7 legenda asal Argentina yang pernah hadir di Pildun. (Sumber: Wikipedia/AI Generated Image)

Dalam perjalanan panjang sepak bola dunia, nama Argentina selalu muncul sebagai salah satu kekuatan utama. Banyak pemain kenamaan dunia yang berasal dari negara Dewa Matahari tersebut. Sepanjang berjalannya Pildun di berbagai edisi, setidaknya ada tujuh pemain legenda asal argentina yang turut andil di panggung tersebut.

Argentina pertama kali tampil di Pildun pada 1930 di Uruguay dan telah mengoleksi tiga gelar juara dunia (1978, 1986, dan 2022). Sepanjang sejarahnya, tim ini dikenal melahirkan pemain dengan teknik tinggi, visi permainan tajam, serta pengaruh besar di turnamen internasional.

Diego Maradona

Nama Diego Maradona tidak bisa dipisahkan dari Pildun 1986 di Meksiko. Ia tampil dalam 5 edisi Pildun (1982–1994), dengan puncak performanya terjadi pada 1986 ketika Argentina meraih gelar juara.

Dalam turnamen tersebut, Maradona mencetak 5 gol dan 5 assist. Dua golnya ke gawang Inggris di perempat final termasuk “Hand of God” dan “Goal of the Century”, menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah Pildun.

Lionel Messi

Lionel Messi menjadi representasi era modern sepak bola Argentina. Ia menjalani debut Pildun pada 2006 dan mencapai puncaknya pada edisi 2022 di Qatar, saat Argentina meraih gelar juara dunia ketiga.

Messi mencatatkan 13 gol dalam sejarah Pildun (2006–2022), menjadikannya pencetak gol terbanyak Argentina di ajang tersebut. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen pada 2014 dan 2022, sebuah pencapaian yang jarang terjadi dalam sejarah kompetisi ini.

Mario Kempes

Mario Kempes adalah kunci di balik gelar pertama Argentina pada Pildun edisi 1978 yang digelar di kandang sendiri.

Kempes menjadi top skor turnamen dengan 6 gol, termasuk dua gol di final melawan Belanda. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah awal kejayaan Argentina di Pildun.

Gabriel Batistuta

Gabriel Batistuta dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam yang pernah dimiliki Argentina. Ia tampil dalam tiga edisi Pildun (1994, 1998, 2002).

Batistuta mencetak 10 gol di Pildun dan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak hat-trick di dua edisi berbeda (1994 dan 1998). Rekor tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa di level tertinggi kompetisi internasional.

Daniel Passarella

Daniel Passarella merupakan kapten Argentina saat menjuarai Pildun edisi 1978. Ia bermain sebagai bek tengah namun tetap produktif dalam mencetak gol.

Passarella mencatatkan 22 gol dalam 70 caps bersama timnas, angka yang cukup tinggi untuk seorang bek. Ia juga menjadi bagian dari skuad juara 1986, menjadikannya salah satu pemain dengan kontribusi lintas generasi dalam sejarah Argentina.

Javier Mascherano

Javier Mascherano dikenal sebagai pemain dengan dedikasi tinggi di lini tengah. Ia tampil dalam empat edisi Pildun (2006–2018).

Mascherano mencatatkan 20 penampilan di Pildun, menjadikannya salah satu pemain Argentina dengan jumlah laga terbanyak di turnamen ini. Perannya sebagai gelandang bertahan sangat vital, terutama saat Argentina mencapai final 2014.

Ubaldo Fillol

Ubaldo "El Pato" Fillol diakui sebagai salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Argentina dengan partisipasi di tiga Pildun (1974, 1978, 1982). Pencapaian tertingginya terjadi pada edisi 1978, di mana ia terpilih sebagai Kiper Terbaik turnamen setelah melakukan serangkaian penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan penalti pemain Polandia, Kazimierz Deyna. Dalam turnamen tersebut, ia hanya kebobolan 4 gol dari 7 pertandingan.

Secara keseluruhan, Fillol tampil dalam 13 pertandingan Pildun bagi negaranya. Salah satu keunikan Fillol adalah penggunaan nomor punggung 5 pada Pildun edisi 1978, karena saat itu timnas Argentina menetapkan nomor punggung berdasarkan urutan alfabet nama pemain.

Para legenda Argentina yang selalu dikenang

Kehadiran atas tujuh legenda asal Argentina yang pernah hadir di Pildun ini menunjukkan kalau memang negara ini mampu mempertahankan kualitas pemain lintas generasi. Dari era Maradona hingga Messi, setiap periode memiliki sosok ikonik yang luar biasa.

Sepanjang sejarah Argentina di Pildun, keberlanjutan ini merupakan hasil atas sistem pembinaan pemain, budaya sepak bola yang kuat, serta eksposur kompetisi internasional menjadi faktor utama menjaga Argentina tetap mampu bersaing di panggung dunia hingga Pildun saat ini, terutama edisi 2026.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire