Top
Begin typing your search above and press return to search.

Apa untung ruginya format 48 tim Piala Dunia?

Apa keuntungan dan kerugian format 48 tim dalam Piala Dunia? Mulai dari kompetitivitas, pengaruhh ekonomi, serta dampaknya terhadap kualitas pertandingan.

Apa untung ruginya format 48 tim Piala Dunia?
X

Ilustrasi. (Sumber: Istimewa)

Format turnamen dengan 48 tim peserta kini ramai diperbincangkan pasca FIFA memperluas Piala Dunia dari 32 tim ke 48 tim. Perubahan format seperti ini membawa berbagai dampak, baik dari sisi perluasan representasi, hingga tantangan pada kualitas permainan. FIFA resmi menyetujui format 48 tim untuk Piala Dunia pada edisi pria 2026 dan wanita 2031. Keputusan ini dimaksudkan untuk memberi lebih banyak negara peluang tampil di panggung global serta menumbuhkan hasrat sepak bola di berbagai belahan dunia.

Keuntungan Format 48 Tim

1.Peluang perluasan representasi

Salah satu alasan utama di balik format 48 tim adalah kesempatan lebih banyak negara ikut serta, terutama dari benua yang terwakili lebih sedikit seperti Afrika dan Asia. Format baru meningkatkan representasi dan memberi pengalaman berharga bagi federasi kecil.

2. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan

Dengan jumlah pertandingan meningkat (misalnya di Piala Dunia 2026 menjadi 80 pertandingan dibandingkan 64 sebelumnya), ada potensi kenaikan pendapatan dari hak siar tv, sponsor, dan tiket. Peningkatan jumlah konten tayangan bisa menaikkan nilai broadcast dan menarik sponsor baru.

3. Dampak positif untuk negara berkembang

Negara-negara yang jarang tampil di fase final kini punya peluang lebih besar lolos. Hal ini dapat meningkatkan investasi serta antusiasme dalam sepak bola domestik di negara-negara tersebut.

4. Lebih banyak pertandingan untuk penggemar

Format 48 tim memungkinkan lebih banyak pertandingan dan variasi tim yang tampil, yang bisa menarik minat penonton serta memberi pengalaman yang lebih beragam bagi pendukung dari seluruh dunia.

Kerugian atau tantangan format 48 Tim

1. Kualitas Permainan yang Beragam

Kritik utama terhadap format 48 tim adalah potensi penurunan kualitas pertandingan. Dengan lebih banyak tim yang mungkin belum siap dalam kompetisi besar, ada kekhawatiran banyak pertandingan yang satu pihak terlalu dominan dan menciptakan suasana yang kurang intens.

2. Masalah persiapan hingga jadwal

Mengelola 48 tim berarti lebih banyak staf, akomodasi, perjalanan, dan jadwal pertandingan. Turnamen bisa menjadi lebih padat, terutama jika turnamen tetap di musim panas.

3. Kelayakan Kompetisi yang dipertanyakan

Dalam format 48 tim, babak kualifikasi dan drama perebutan tiket tak lagi setegang format 32 tim. Beberapa komentar kritis menyatakan format ini membuat kualifikasi dan pertandingan awal terasa kurang bernilai, yang bisa memengaruhi engagement pendukung setia.

5. Potensi permainan tak imbang

Struktur grup yang tidak seimbang (seperti grup kecil) bisa menghasilkan pertandingan yang kurang kompetitif atau kurang penting secara hasil pertandingan, yang dapat mengurangi kualitas turnamen.

Piala Dunia 2026 yang memakai format 16 grup × 3 tim, di mana 16 grup menghasilkan total 80 pertandingan dan dua tim teratas melaju ke babak 32 besar. Tujuan utama adalah memperluas representasi tim anggota FIFA dari 15% menjadi sekitar 22% dari total federasi anggota. Keputusan ini juga didasarkan pada studi internal FIFA yang menunjukkan format ini menghasilkan nilai ekonomi dan engagement yang tinggi, walaupun dengan tantangan terkait kualitas laga mereka.

Format 48 tim membawa potensi keuntungan besar seperti peluang lebih luas untuk negara berkembang, kenaikan pendapatan, dan pengalaman baru bagi fans dan pemain. Namun, kerugiannya juga patut dipertimbangkan yaitu, tantangan logistik hingga risiko penurunan kualitas kompetisi.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire