1.142 Taruna KKP diterjunkan percepat rehabilitasi pascabencana Sumatera
Tito Karnavian: Kehadiran Taruna Percepat Pemulihan dan Pulihkan Aktivitas Masyarakat

Sumber Foto: Heru Lianto
Sumber Foto: Heru Lianto
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melepas 1.142 Taruna KKP untuk membersihkan lumpur, memulihkan fasilitas, dan membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Pelepasan berlangsung di Skadron 45 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2025). Taruna diterjunkan ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
“Di wilayah dataran rendah Sumatera, terutama Aceh, masih terdapat lumpur yang menutup rumah warga, fasilitas umum, dan kantor pemerintahan. Dibutuhkan tenaga fisik dalam jumlah besar untuk mempercepat proses pembersihan,” ujar Tito, di Halim Perdana Kusuma, Jaktim, Rabu (14/1/2025)
Bencana curah hujan tinggi melanda tiga provinsi, menyebabkan korban jiwa, rusaknya infrastruktur, lumpuhnya aktivitas pemerintahan, dan terganggunya perekonomian. Total 52 kabupaten/kota terdampak.
Tito mengungkap, sejak awal Presiden Prabowo Subianto memerintahkan mobilisasi nasional melibatkan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk evakuasi, membuka akses wilayah, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Hasilnya sudah mulai terlihat. Banyak jembatan yang putus telah dibangun kembali, jalan-jalan yang tertutup longsor sudah terbuka, dan sebagian besar wilayah mulai pulih meski masih bersifat sementara,” ujar Tito.
Ia menjelaskan, Taruna fokus pada pembersihan rumah, pasar, toko, dan gang sempit yang tidak bisa dijangkau alat berat. Mereka juga mendampingi masyarakat pesisir terdampak tambak dan nelayan.
“Saya mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mengerahkan Taruna KKP. Selain membantu kerja-kerja fisik, mereka juga dapat mendampingi masyarakat pesisir dan perikanan yang tambaknya rusak dan nelayannya terdampak,” ujar Tito.
Para Taruna diwajibkan mandiri, membawa logistik sendiri, dan tidak membebani pemerintah daerah. Kehadiran mereka diharapkan memulihkan perekonomian lokal melalui belanja di warung sekitar.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penugasan ini meneguhkan pengabdian, solidaritas, dan kemanusiaan.
“Penugasan ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang utuh. Para Taruna belajar langsung tentang arti pengabdian, kerja sama lintas instansi, disiplin, empati, dan keberanian untuk hadir ketika bangsa membutuhkan,” katanya.
Taruna yang diterjunkan berasal dari Politeknik AUP, Politeknik KP Pangandaran, Politeknik KP Karawang, Politeknik KP Sidoarjo, Politeknik KP Dumai, serta SUPM Ladong dan Pariaman.
Heru Lianto/Rama




