1.623 warga mengungsi dampak banjir Jakarta, ini sebarannya
BPBD mencatat banjir melanda 20 kelurahan di enam kecamatan, dengan genangan hingga 80 sentimeter.

Salah satu titik banjir terparah di wilayah Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (24/1). Foto: BPBD DKI Jakarta.
Salah satu titik banjir terparah di wilayah Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (24/1). Foto: BPBD DKI Jakarta.
Lebih dari 1.600 warga Jakarta mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman sejak hujan deras, Kamis (22/1/2026).
Banjir melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan lokasi pengungsi tersebar di berbagai titik.
Di Jakarta Timur, pengungsi berada di Kelurahan Cawang dan Bidara Cina.
Di Cawang, pengungsi tercatat di Mushala Al Islah dan Saung Lapangan Tenis RW 03, masing-masing 60 jiwa.
Di Bidara Cina, pengungsi berada di Aula Kelurahan 107 jiwa, Masjid Al Abror 40 jiwa, dan Gedung SKKT RW 11 sebanyak 15 jiwa.
“Kemudian di Kelurahan Kampung Melayu terdapat dua titik, di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa, Masjid Jami Itihadul Ikhwan 70 jiwa,” ujar Abdul, dalam keterangan tertulis, Minggu (25/1/2026).
Di Jakarta Barat, pengungsian tersebar di empat kelurahan, termasuk Rawa Buaya, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara.
Di Rawa Buaya, pengungsi menempati masjid, mushola, balai warga, serta beberapa sekolah dasar.
Jumlah pengungsi di Rawa Buaya mencapai ratusan jiwa, dengan titik terbanyak di SDN 07 Rawa Buaya.
Di Kembangan Selatan, pengungsi berada di Kantor JNE dengan jumlah 82 jiwa.
Di Kembangan Utara, pengungsi menempati gang, sekretariat, sekolah, dan mushola dengan total ratusan jiwa.
“Selain itu terdapat satu titik di Kelurahan Duri Kosambi di Masjid Majlis Al-Falah sebanyak 100 jiwa,” katanya.
Di Jakarta Utara, pengungsi berada di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara, sebanyak 97 jiwa.
BPBD DKI Jakarta mencatat banjir berdampak pada 20 kelurahan di enam kecamatan.
Sebanyak 585 kepala keluarga atau 1.623 jiwa terdampak, serta 14 ruas jalan tergenang.
Pada Minggu (25/1) pukul 09.00 WIB, sebagian genangan dilaporkan mulai surut.
Genangan surut terjadi di Cililitan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara.
Namun, 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT di Jakarta Utara masih tergenang.
“Ketinggian air paling tinggi di Kampung Melayu mencapai 80 sentimeter akibat luapan Sungai Ciliwung,” kata Abdul.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau genangan dan melakukan penyedotan air.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas SDA, Bina Marga, Damkar, lurah, dan camat setempat.
Pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi selama di lokasi pengungsian.
“Kebutuhan permakanan, pakaian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya telah disiapkan,” ujar Abdul.
BNPB terus memantau kondisi cuaca yang masih didominasi hujan hingga akhir Januari 2026.
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
“Segera matikan aliran listrik, pantau informasi resmi, dan ikuti instruksi evakuasi jika diperlukan,” tandasnya.
Remon Fauzi/Rama




