2 korban longsor di Cisarua ditemukan Tim SAR Gabungan di hari ke-5 pencarian

Pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, di hari ke-5, Rabu (28/1/2026)
Pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, di hari ke-5, Rabu (28/1/2026)
Sejak Rabu (28/1/2026) pagi hingga siang hari, wilayah operasi SAR mengalami hujan ringan yang merata dengan kondisi visibilitas terbatas dalam proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamaran Cisarua, Kabupaten Bandung Barat,.
Situasi ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan pencarian, sehingga kegiatan oleh regu SAR gabungan dilakukan secara terbatas, selektif, dan sangat mengutamakan keselamatan personel dalam penanganan musibah bencana alam di Jawa Barat tersebut.
"Berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta asesmen potensi bahaya, khususnya terkait stabilitas mahkota longsor, pada pagi hingga menjelang siang hari Sektor A2 dan Sektor A3 sempat dihentikan sementara, karena berada pada jalur rawan longsoran susulan. Setelah dilakukan evaluasi keselamatan, pada pukul 13.00 WIB Sektor A1 dan A2 kembali diaktifkan untuk melanjutkan pencarian dengan pengawasan ketat dari safety officer," papar Ade Dian Permana, SMC Bandung, kepada wartawan rabu sore.
Pada hari ini, tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan korban. Rinciannya, pada pukul 11.06 WIB ditemukan satu body pack di Worksite A2. Kemudian, pada pukul 15.46 WIB kembali ditemukan satu body pack di lokasi yang sama. Dengan demikian, total penemuan pada hari kelima ini adalah dua body pack, seluruhnya berasal dari Sektor A2.
Selain perkembangan di lapangan, hari ini juga dilakukan integrasi dan validasi data korban antara Posko SAR Gabungan dan Posko DVI. "Dari hasil pencocokan data penerimaan, terdapat selisih tiga body pack yang telah lebih dahulu tercatat di DVI namun belum terintegrasi di laporan Posko SAR Gabungan. Selisih tersebut telah diverifikasi dan resmi dimasukkan ke dalam data operasi hari ini," tambah Kang Ade, sapaan akrabnya.
Dengan penyesuaian tersebut, maka hingga pukul 16.00 WIB total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 53 body pack, sementara jumlah korban yang masih dalam pencarian adalah sekitar 27 jiwa. Adapun korban yang telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI hingga tanggal 27 Januari 2026 pukul 18.30 WIB berjumlah 38 korban.
Pada waktu yang sama, Direktur Operasi Basarnas, didampingi SMC Bandung dan Kepala Seksi Operasi, menghadiri rapat konsolidasi di Posko Induk bersama Menteri Pertanian dan Kepala BNPB, untuk membahas perkembangan terkini operasi SAR, kondisi lapangan, serta penguatan dukungan sumber daya dan strategi lanjutan.
"Kami menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan prinsip utama: keselamatan personel sebagai prioritas tertinggi, pengendalian risiko bencana susulan, akurasi dan transparansi data korban, serta sinergi seluruh unsur yang terlibat," katanya.
"Kami memahami bahwa situasi ini merupakan duka mendalam bagi seluruh keluarga korban dan masyarakat luas. Untuk itu, seluruh personel di lapangan berkomitmen bekerja secara maksimal, profesional, dan humanis, demi menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang," tambahnya.
Pada hari ke-5 musibah longsor di kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kondisi cuaca di lokasi bencana sangat ekstrim. Rabu (28/1/2025) turun hujan deras disertai angin kencang dan kabut.
Inilah yang menjadi salah satu kendala Tim SAR gabungan dalam melakukan proses pencarian.
Sebelumnya hujan turun sejak pukul 02:00 Selasa dini hari, hingga pukul 8:00 WIB Rabu ini. Saat hujan reda langsung dimanfaatkan oleh tim untuk lakukan pencairan.
Namun berselang 2 jam kemudian, kembali lokasi diguyur hujan deras disertai kabut tebal, sehingga Tim harus menepi ke tempat aman, demikiam keterangan tertulis yang diterima Radio Elshinta. (Ref/Ter)




