Top
Begin typing your search above and press return to search.

58 Ribu jemaah umrah masih di Saudi, Komnas Haji desak perlindungan

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, menegaskan pemerintah tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi situasi krisis

58 Ribu jemaah umrah masih di Saudi, Komnas Haji desak perlindungan
X

Sumber: Antara

Komnas Haji mendesak pemerintah segera memberikan perlindungan maksimal bagi sekitar 58 ribu lebih jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Desakan ini muncul setelah serangan udara Amerika dan Israel terhadap Iran yang berdampak pada penutupan sejumlah bandara serta pembatalan penerbangan di kawasan tersebut. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kepulangan jemaah umrah asal Indonesia.

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mwngatakan, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi situasi krisis tersebut.

“Negara harus hadir memastikan keselamatan warganya. Dalam situasi konflik seperti ini, perlindungan terhadap jemaah umrah tidak boleh ditunda,” kata Mustolih dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Ia meminta Kementerian Haji dan Umrah sebagai leading sector penyelenggaraan ibadah umrah untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur. Menurutnya, koordinasi intensif perlu dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), asosiasi haji dan umrah, serta otoritas Arab Saudi.

“Kementerian terkait harus segera menyiapkan skenario darurat. Jangan menunggu situasi memburuk baru bergerak,” ujarnya.

Komnas Haji juga mendorong pemerintah menyiapkan langkah mitigasi apabila jalur penerbangan belum kembali normal. Langkah tersebut antara lain pembentukan pusat informasi atau crisis center, penyediaan tempat penampungan sementara, hingga skema pemulangan jemaah jika diperlukan.

Mustolih mengingatkan bahwa kondisi finansial dan kesiapan logistik jemaah berbeda-beda. Sebagian jemaah memiliki keterbatasan biaya di luar rencana perjalanan, termasuk mereka yang berangkat secara mandiri tanpa melalui biro perjalanan resmi.

“Tidak semua jemaah memiliki cadangan biaya dan akses informasi yang memadai. Karena itu, pemerintah harus memastikan tidak ada satu pun yang terabaikan,” tuturnya.

Komnas Haji juga mengimbau jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi untuk mengikuti arahan resmi pemerintah serta memperbarui informasi dari sumber yang terpercaya. Sementara itu, calon jemaah yang belum berangkat disarankan menunda perjalanan hingga situasi dinilai aman dan kondusif.

Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini berpotensi berdampak luas, tidak hanya terhadap jemaah umrah, tetapi juga terhadap biro perjalanan, maskapai penerbangan, serta ekosistem penyelenggaraan ibadah umrah secara keseluruhan.

Suwiryo

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire