Top
Begin typing your search above and press return to search.

67% Perusahaan setop rekrutmen, apa langkah Menaker?

Menaker Yassierli menyiapkan sejumlah progran nasional guna merespons laporan Apindo terkait lesunya rekrutmen karyawan baru.

67% Perusahaan setop rekrutmen, apa langkah Menaker?
X

Foto: Farens Excel/Elshinta

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan respons serius terkait hasil survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menunjukkan 67 persen perusahaan memilih untuk menahan rekrutmen tenaga kerja baru. Ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor utama di balik lesunya penyerapan tenaga kerja saat ini.

Menanggapi kondisi tersebut, Menaker Yassierli menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga keterhubungan antara pencari kerja dengan kebutuhan industri yang tersisa melalui program peningkatan kapasitas.

“Artinya kita menyadari bahwa kondisi global saat ini, tidak hanya di Indonesia, memang penuh ketidakpastian. Pemerintah tentu harus menyikapi hal ini bersama-sama, tidak hanya Kementerian Ketenagakerjaan, tetapi juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian,” ujar Yassierli di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Salah satu langkah konkret yang diambil Kemnaker adalah memasifkan program magang nasional dan pelatihan vokasi. Hal ini bertujuan agar tenaga kerja tetap memiliki relevansi di mata pemberi kerja meskipun kuota rekrutmen sedang terbatas.

“Inilah yang kita dorong melalui program pelatihan vokasi nasional. Kita melihat pentingnya digital skills, dan juga program magang yang diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi untuk menjembatani kebutuhan industri dengan keterampilan tenaga kerja,” tuturnya.

Selain langkah di bidang ketenagakerjaan, Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional sebagai bantalan menghadapi gejolak global. Strategi ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan dunia usaha agar kembali melakukan ekspansi.

“Segala perkembangan terus kita monitor, termasuk masukan dari Apindo yang kita pahami. Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai program. Ketahanan pangan dan energi menjadi strategi penting dalam menghadapi ketidakpastian global. Jika kedua sektor ini kuat, maka kita akan lebih tangguh,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengungkapkan bahwa kondisi pasar kerja memang sedang menantang. Selain 67 persen perusahaan menahan rekrutmen, sekitar 50 persen perusahaan juga mengaku tidak akan melakukan ekspansi dalam lima tahun ke depan.

“Sekitar 67 persen perusahaan tidak berniat melakukan rekrutmen baru. Ini menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian,” pungkas Bob Azam.

Farens Excel/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire