AB2TI tekankan prioritas produksi dalam negeri meski ada impor beras khusus
Dwi Andreas Santosa tegaskan produksi beras dalam negeri tetap prioritas meski ada impor beras khusus dari Amerika Serikat.

Ilustrasi AI
Ilustrasi AI
Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa, menegaskan produksi beras dalam negeri tetap menjadi prioritas meski ada rencana impor beras khusus dari Amerika Serikat.
Dwi mengatakan, swasembada beras umum yang saat ini surplus tidak akan terganggu oleh impor beras khusus karena jumlahnya relatif kecil. Impor beras khusus rutin dilakukan setiap tahun dan berbeda dengan beras konsumsi sehari-hari masyarakat.
“Iya, swasembada itu artinya kita tidak mengimpor beras umum. Sementara impor beras khusus tetap dilakukan tiap tahun dan tidak memengaruhi status swasembada,” jelas Dwi saat diwawancarai Radio Elshinta, Kamis (26/2/2026).
Menurut Dwi, Indonesia telah beberapa kali mencapai swasembada beras dalam satu dekade terakhir, termasuk pada 2025. Impor 1.000 ton beras khusus dari Amerika Serikat hanya merupakan pengalihan dari negara lain, sehingga dampaknya terhadap perberasan nasional minimal.
“Dalam 10 tahun terakhir, kita swasembada pada 2017, 2019, 2020, 2021, 2022, dan kembali swasembada 2025. Impor 1.000 ton beras khusus dari AS hanya pengalihan, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” tambahnya.
Dwi menekankan, pemerintah harus menjaga konsistensi kebijakan pangan dan memprioritaskan produksi dalam negeri. Selama impor hanya terbatas pada beras khusus dan dalam jumlah kecil, status swasembada beras umum Indonesia tetap terjaga dan stabilitas nasional tidak terganggu.
Stefi Anastasia




