Arus mudik Lebaran 2026 di Tol Semarang–Solo diprediksi naik 4,1 persen

Apel Siaga Operasional kesiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah PT Trans Marga Jateng, Rabu (11/3/2026)
Apel Siaga Operasional kesiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah PT Trans Marga Jateng, Rabu (11/3/2026)
Arus kendaraan di ruas Tol Semarang–Solo diprediksi meningkat pada masa mudik Lebaran 2026. Peningkatan volume kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Prajudi, mengatakan jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol yang dikelola diperkirakan meningkat dari sekitar 1,2 juta kendaraan pada tahun lalu menjadi sekitar 1,3 juta kendaraan pada periode mudik tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Prajudi saat menghadiri Apel Siaga Operasional dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar oleh PT Trans Marga Jateng, Rabu (11/3/2026), di Kantor PT Trans Marga Jateng, Jalan Mulawarman Raya No.1B, Pedalangan, Banyumanik, Semarang.
"Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026" kata Prajudi kepada Elshinta.
Ia menjelaskan sejumlah strategi telah disiapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Upaya tersebut antara lain dengan menambah personel pelayanan di gerbang tol, petugas top up transaksi, serta optimalisasi jalur transaksi guna mengurangi antrean kendaraan.
"Selain itu, rekayasa lalu lintas juga disiapkan apabila terjadi kepadatan kendaraan. Salah satu skema yang disiapkan yakni penerapan sistem satu arah atau one way secara bertahap sesuai keputusan pihak kepolisian" tutur Prajudi.
Menurut Prajudi skema tersebut memungkinkan penerapan sistem satu arah dari Kalikangkung menuju Banyumanik hingga Bawen bahkan Salatiga jika diperlukan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan selama masa mudik.
Meski demikian, Prajudi menegaskan selama periode mudik Lebaran 2026 tidak ada diskon tarif tol di ruas yang dikelola PT Trans Marga Jateng.
"Kami juga mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas, terutama karena kontur jalan di jalur Semarang Solo memiliki tanjakan, turunan, serta tikungan yang cukup tajam sehingga memerlukan kewaspadaan lebih dari pengemudi" imbau Prajudi.
Selain itu, kondisi musim hujan juga berpotensi membuat permukaan jalan menjadi basah sehingga dapat mengurangi daya cengkeram ban kendaraan terhadap aspal.
Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau mengatur kecepatan kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Jika kondisi sudah lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat di rest area. Keselamatan perjalanan menjadi hal yang paling utama,” kata Prajudi.
Di sepanjang ruas tol dalam naungan Trans Marga Jateng tersebut tersedia sejumlah rest area yang dapat dimanfaatkan pemudik.
"Di antaranya rest area KM 429, KM 439, KM 456, dan KM 487 di jalur A. Sementara di jalur B tersedia rest area di KM 487, KM 456, dan KM 445 yang dapat digunakan pengguna jalan untuk beristirahat," ungkap Prajudi.
Melalui apel siaga ini, PT Trans Marga Jateng berharap seluruh personel dan fasilitas yang disiapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 sehingga perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Apel siaga tersebut diikuti jajaran internal perusahaan serta unsur kepolisian. Selain apel pasukan, kegiatan juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi lintas sektoral guna memastikan kesiapan pelayanan jalan tol selama periode mudik Lebaran.
Yuniar Kustanto/Ter




