Top
Begin typing your search above and press return to search.

ASDP terapkan tiket manual dukung mobilitas saat bencana di Aceh

PT ASDP Indonesia Ferry Persero (ASDP) memperkuat armada penyeberangan di Aceh serta menerapkan layanan tiket manual guna memastikan mobilitas warga tetap lancar saat jaringan komunikasi terganggu akibat bencana banjir.

ASDP terapkan tiket manual dukung mobilitas saat bencana di Aceh
X

Ilustrasi - Kapal penyeberangan feri milik PT ASDP. ANTARA/HO-ASDP.

PT ASDP Indonesia Ferry Persero (ASDP) memperkuat armada penyeberangan di Aceh serta menerapkan layanan tiket manual guna memastikan mobilitas warga tetap lancar saat jaringan komunikasi terganggu akibat bencana banjir di wilayah tersebut.

"Di Aceh, gangguan listrik dan jaringan membuat tiket digital tak dapat diakses. ASDP segera kembali membuka tiket manual agar masyarakat tetap bisa menyeberang tanpa hambatan teknologi," kata Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Rio Lasse dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Dia menyampaikan di Kabupaten Aceh Singkil, longsor di Kelurahan Rimo memutus jalan sehingga kapal menjadi satu-satunya moda untuk evakuasi.

KMP Teluk Sinabang dan KMP Aceh Hebat 3 kini disiagakan penuh untuk mengangkut warga, karyawan dan bantuan menuju Pulau Banyak dan Pulau Sinabang.

Selain itu, untuk memperkuat komunikasi, Kantor Pusat ASDP mengirimkan telepon satelit ke empat cabang terdampak yakni di Danau Toba, Singkil, Banda Aceh dan Padang.

"Perangkat ini menjadi tulang punggung koordinasi ketika jaringan seluler nyaris hilang," ujar Rio.

Dia juga menyampaikan akses jalan terhambat, jembatan putus, jaringan komunikasi hilang-timbul, sementara masyarakat di Aceh, termasuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat berupaya menjaga aktivitas dan keselamatan keluarga mereka.

"Di tengah situasi yang bergerak cepat itu, ASDP tetap berdiri sebagai salah satu simpul penting yang menjaga mobilitas dan mengalirkan bantuan di wilayah terdampak," tuturnya.

Ia menegaskan perusahaan mengaktifkan seluruh protokol darurat untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan fokus utama pada keselamatan.

ASDP hadir bukan hanya sebagai operator penyeberangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat.

"Kami menjaga agar layanan tetap tersedia, sekaligus memastikan karyawan dan keluarga di daerah terdampak mendapat perlindungan,” tegas Rio.

Sejak cuaca ekstrem melanda, lanjutnya, tim ASDP di berbagai cabang di Sumatera bergerak simultan. Mereka mendokumentasikan kondisi akses, menyiagakan armada, memantau cuaca, dan berkoordinasi intens dengan pemerintah setempat.

"Upaya ini dilakukan demi menjaga optimisme masyarakat bahwa gangguan tidak akan memutus sepenuhnya konektivitas antardaerah," jelasnya.

Di Sumatera Utara, tambah Rio, terputusnya akses jalan menuju pelabuhan menjadi gambaran nyata betapa beratnya situasi.

Jembatan yang rusak, tanah longsor, hingga jalan yang runtuh menutup akses sepanjang 7–10 kilometer menuju Sibolga. Sekitar 20 titik lain masih dipenuhi material tanah dan batang kayu besar yang terbawa arus banjir.

"Berbeda dengan wilayah pesisir, Danau Toba justru menjadi titik stabil. Penyeberangan Ajibata, Ambarita, dan Balige tetap berjalan normal," beber Rio.

ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap menjadi jembatan meski terjadi bencana, menghubungkan, mengirim bantuan, dan menjaga mobilitas masyarakat.

"Dengan koordinasi yang solid dan komitmen pada keselamatan, pemulihan Sumatera diyakini dapat berlangsung lebih cepat, selangkah demi selangkah, bersama," katanya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire