Asosiasi travel dukung kebijakan haji Kemenhaj prioritaskan lansia dan perempuan
Persiapan jamaah dilakukan bertahap, mulai cek kesehatan hingga pendampingan

Petugas haji dilatih ketat sebelum ditugaskan melayani jemaah haji di Arab Saudi.
Petugas haji dilatih ketat sebelum ditugaskan melayani jemaah haji di Arab Saudi.
Asosiasi Travel Haji Umrah dan Halal Tour Republik Indonesia (ATHARI) mendukung kebijakan baru Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kebijakan ini menekankan prioritas layanan bagi jamaah lansia dan perempuan, sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto.
“Tentunya kita sebagai partner dari Kementerian Haji dan Umrah ya sangat mendukung sekali dan kita harus apresiasi beberapa terobosan-terobosan yang dilakukan,” kata perwakilan ATHARI, Dhobit Khoirul Umam, dalam wawancara di Radio Elshinta, Senin (26/1/2026).
Dhobit menilai kebijakan ini realistis dan dapat diterapkan oleh biro perjalanan haji, selama ada pedoman teknis yang jelas dan pengawasan konsisten.
“Fokus juga layanan itu memperhatikan orang-orang yang lansia, jemaah-jemaah haji yang lansia dan juga perempuan. Protokol-protokol pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Selain itu, Dhobit memastikan persiapan jamaah dilakukan bertahap, mulai dari pembekalan, cek kesehatan, hingga pendampingan di lapangan.
“Sejauh ini ya persiapan jemah, cek medical check-up-nya juga harus jelas, travel haji harus punya keseriusan dan kesigapan dalam menangani itu,” tambah Dhobit.
Biro perjalanan haji dinilai berperan penting dalam mendukung implementasi kebijakan baru ini. Dengan koordinasi yang baik, layanan prioritas bagi lansia dan perempuan diharapkan berjalan lancar selama musim haji.
Stefy Anastasia/MGG/Rama




