Banyak ruas jalan putus, Polda Aceh imbau warga tunda perjalanan
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mengimbau masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut menunda perjalanan darat karena banyak ruas jalan terputus akibat banjir.

Banjir menggenangi badan jalan nasional Aceh-Sumut di Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (29/11/2025). ANTARA/HO-Camat Trumon Tengah.
Banjir menggenangi badan jalan nasional Aceh-Sumut di Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (29/11/2025). ANTARA/HO-Camat Trumon Tengah.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mengimbau masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut menunda perjalanan darat karena banyak ruas jalan terputus akibat banjir dan longsor sejak beberapa hari terakhir.
Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriyatna yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu, mengatakan dampak banjir menyebabkan sejumlah jembatan putus dan badan jalan nasional longsor.
"Kondisi ini menyebabkan akses jalan nasional di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh tidak bisa dilalui. Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan menunda perjalanan darat," katanya.
Perwira menengah Polda Aceh itu menyebutkan belum ada jalur alternatif dari dan ke wilayah yang terputus transportasi darat. Pendistribusian bantuan korban banjir untuk sementara menggunakan jalur udara.
Deden Supriyatna menyebutkan jalur darat yang bisa dilalui yakni untuk pesisir timur Provinsi Aceh hanya dari Kota Banda Aceh hingga Kabupaten Bireuen. Sedangkan wilayah lain belum dapat terhubung.
"Beberapa wilayah banjir lainnya, seperti Kabupaten Aceh Utara, kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, belum dapat dihubungi," kata Dede Supriyatna.
Untuk wilayah Polres Bireuen, kata dia, ada dua titik jalan nasional tidak dapat dilalui jembatan putus di Desa Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang. Jembatan ini menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Aceh Utara.
Serta jalan nasional Bireuen ke Kabupaten Bener Meriah, tidak dapat dilalui karena jembatan putus di Teupin Manee, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.
Berikutnya di wilayah Polres Lhokseumawe ada tiga titik ruas jalan tidak dapat dilalui, yakni di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, tidak dapat dilintasi karena ketinggian banjir mencapai 80 centimeter.
Berikutnya, titik banjir di Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dengan ketinggian banjir mencapai 1,5 meter. Serta banjir di ruas jalan di Desa Cot Mee, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dengan ketinggian banjir mencapai satu meter.
Sedangkan di wilayah Polres Aceh Timur ada tiga titik jalan nasional hanya dapat dilintasi kendaraan roda enam yakni di Simpang Ulim, Perlak Kota, dan Perlak Barat. Banjir menggenangi badan jalan di wilayah tersebut mencapai 120 centimeter.
"Sementara, untuk wilayah Polres Aceh Singkil ada tiga titik jalan nasional tidak dapat dilintasi, yakni dua jembatan putus di Gosong Telaga, serta banjir dengan ketiga 60 centimeter di Muara Pea, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil," kata Deden Supriyatna.
Sedangkan di wilayah Polres Aceh Tengah, jalan nasional menghubungkan Takengon dengan Bener Meriah tidak dapat dilintasi karena longsor.
"Serta di wilayah Polres Aceh Tenggara, jalan nasional menghubungkan Kutacane dengan Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues, tidak dapat lintasi karena longsor," kata Deden Supriyatna.




