Baznas RI bagikan 400 paket makanan buka puasa untuk pemulung di Tebet

Petugas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membagikan hidangan siap saji berupa makanan dan takjil kepada masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, Jakarta, Selasa (24/2/2026). ANTARA/HO-Baznas RI
Petugas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membagikan hidangan siap saji berupa makanan dan takjil kepada masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, Jakarta, Selasa (24/2/2026). ANTARA/HO-Baznas RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan 400 porsi hidangan siap saji berupa makanan dan takjil kepada masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, Jakarta.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hidangan Berkah Ramadhan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera tetap terpenuhi selama bulan Ramadhan.
"Zakat yang disalurkan para muzaki kepada Baznas kami alokasikan untuk kemaslahatan umat, termasuk Hidangan Berkah Ramadhan bagi masyarakat prasejahtera. Salah satunya kami distribusikan di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, untuk memastikan warga dapat menikmati hidangan berbuka yang layak," katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Saidah menyebut program ini merupakan agenda rutin tahunan Baznas yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Penyalurannya tidak hanya difokuskan di daerah, tetapi juga menjangkau wilayah perkotaan dengan tingkat ketimpangan ekonomi yang tinggi, kawasan rawan bencana, serta kantong-kantong kemiskinan lainnya.
Ia menilai Kampung Gasong dipilih karena tingkat kerentanan sosial dan ekonomi warganya tergolong tinggi.
"Kenapa kita tetap memberikan bantuan di wilayah perkotaan, karena seperti yang kita ketahui ketimpangan begitu tinggi. Kampung Gasong menjadi salah satu lokasi prioritas karena kondisi sosial dan ekonomi warganya memerlukan perhatian serius," ujarnya.
Menurut Saidah, banyak keluarga di kawasan tersebut hidup dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan ruang hunian yang layak. Kondisi tersebut, lanjut dia, membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak. Bantuan tersebut pun disambut hangat oleh warga setempat. Salah satu penerima manfaat, Cipto (76 tahun), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan.
Pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu telah tinggal di Kampung Gasong bersama istri dan anak, lebih dari 30 tahun setelah rumahnya terdampak penggusuran. Sehari-hari ia bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membantu biaya kuliah anaknya.
"Alhamdulillah, kami diperhatikan sama Baznas dan para donatur. Kami mengucapkan terima kasih banyak, mudah-mudahan sering datang kemari dan memperhatikan saudara-saudara kita di Gasong ini," ucap Cipto.




