Top
Begin typing your search above and press return to search.

BCA bakal `buyback` saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun

BCA bakal `buyback` saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun
X

Menara BCA di Jakarta. ANTARA/HO-BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan pembelian kembali saham perseroan (shares buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar-besarnya Rp5 triliun termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain. Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka turut mendukung stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan periode pelaksanaan shares buyback adalah selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026.

Pelaksanaan shares buyback tersebut dapat diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BCA menyampaikan jumlah saham yang dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor perseroan.

Pelaksanaan shares buyback juga tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum, sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan POJK No. 27 Tahun 2022 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.

"Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan," kata Hera.

Ia pun menegaskan bahwa dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip good corporate governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan atau ketentuan yang berlaku. Per akhir Desember 2025, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun pada tahun 2025, tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, total kredit BCA tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp993 triliun. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen sepanjang 2025. Sementara, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun, di mana dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp1.045 triliun.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire