BMKG Jatim Pantau indikasi kemunculan El Nino
BMKG Jatim intensif memantau potensi El Nino yang diprediksi muncul pertengahan 2026.

Antara
Antara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Timur meningkatkan pemantauan terhadap indikasi munculnya fenomena El Nino yang diprediksi mulai terjadi pada pertengahan tahun 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, mengatakan bahwa BMKG memprakirakan El Nino akan muncul dengan intensitas lemah. Namun, pihaknya akan terus memantau kemungkinan peningkatan intensitas menjadi moderat atau kuat.
“Jika intensitas meningkat, musim kemarau bisa berlangsung lebih panjang, bahkan awal musim hujan dapat mundur hingga tahun 2027 di beberapa daerah,” jelas Anung di Kota Malang, Sabtu (11/4).
BMKG memperkirakan musim kemarau 2026 di wilayah Provinsi Jawa Timur akan berlangsung secara bertahap mulai April hingga Juni, dengan puncaknya pada Agustus 2026. BMKG juga mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan penampungan air dan pengelolaan irigasi sebagai langkah mitigasi.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Fitrotul, menambahkan bahwa El Nino berpotensi memicu kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun dampaknya dapat berbeda di tiap daerah.
BMKG juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat mitigasi dini, termasuk kesiapan menghadapi dampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air.




