BMKG Sultan Baabullah Ternate imbau warga Malut waspadai cuaca buruk
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan potensi cuaca buruk disertai gelombang tinggi, selama 4-6 Januari 2026,.

Peta peringatan dini cuaca dikeluarkan BMKG Ternate, Maluku Utara, Sabtu (3/1/2026). ANTARA/HO- BMKG Ternate.
Peta peringatan dini cuaca dikeluarkan BMKG Ternate, Maluku Utara, Sabtu (3/1/2026). ANTARA/HO- BMKG Ternate.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan potensi cuaca buruk disertai gelombang tinggi, selama 4-6 Januari 2026, sehingga warga Maluku Utara (Malut) diimbau mewaspadai dampaknya.
Petugas Prakirawan BMKG Sultan Baabullah Ternate Fahmi A Bachdar dihubungi di Ternate, Sabtu, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan dinamika atmosfer, terpantau adanya pertemuan dan belokan angin di wilayah Maluku Utara.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu cuaca ekstrem.
"Secara umum kondisi cuaca di Maluku Utara didominasi cerah berawan, namun terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah," ujarnya.
Selain potensi cuaca buruk di wilayah daratan, BMKG mengingatkan warga tentang potensi gelombang tinggi hingga mencapai 2 meter di beberapa wilayah perairan Maluku Utara.
Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran, khususnya nelayan tradisional dan transportasi laut antarpulau.
Dia mengatakan pada Minggu (4/1), wilayah yang berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang, meliputi Kabupaten Halmahera Utara (Tobelo, Kao, Malifut), Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Barat (Loloda Selatan, Ibu, Jailolo), Kota Ternate (Ternate, Batang Dua, Hiri), Kota Tidore Kepulauan (Tidore, Soa Sio, Oba), Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Pulau Taliabu (Taliabu Barat, Taliabu Utara, Taliabu Selatan).
Wilayah perairan berpotensi gelombang tinggi, meliputi perairan Loloda–Morotai, perairan Halmahera Barat, perairan Batang Dua pada Senin (5/1), sedangkan potensi cuaca buruk diperkirakan meluas ke Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur (Maba, Buli, Wasile), Kabupaten Halmahera Tengah (Weda, Patani), Kabupaten Halmahera Selatan (Bacan, Kasiruta, Makian, Kayoa, Gane, Widi, Obi), Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Kepulauan Sula (Sanana, Sulabesi, Mangoli), Kabupaten Pulau Taliabu.
Wilayah perairan yang perlu diwaspadai, antara lain perairan timur Halmahera–Gebe pada Selasa (6/1), potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih terjadi di sebagian besar wilayah Malut.
Wilayah perairan yang berpotensi gelombang tinggi, meliputi perairan Loloda–Morotai, perairan Halmahera Barat–Batang Dua, perairan timur Halmahera–Gebe, perairan Gebe.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, pengguna jasa transportasi laut, dan warga yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut.
Masyarakat juga diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan laut.




