BMKG: Waspada hujan berpetir dan gelombang laut tinggi pada Kamis

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan berpetir dan gelombang laut tinggi hingga enam meter di sejumlah daerah pada Kamis.
Prakirawan cuaca BMKG, Lintang, dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta, menyampaikan bahwa potensi hujan berintensitas ringan diprakirakan mengguyur Kota Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Jambi, Semarang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Mataram, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya, Kendari, dan Merauke.
Hujan sedang berpotensi di Kota Medan, Serang, Yogyakarta, Palangka Raya, Merauke, dan Makassar. Sementara hujan lebat dan hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Mamuju, dan Kupang.
Selanjutnya di Kota Nabire, dan Manokwari diperkirakan berawan tebal hingga berkabut. Menurut BMKG kombinasi dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut.
Siklon Tropis Jenna berada di perairan Samudera Hindia barat daya Banten diperkirakan meningkat ke kategori tiga dalam dua hari ke depan dengan kecepatan angin 25 knot berada dalam kategori dua yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin di wilayah yang dilintasinya.
Tim Meteorologi BMKG mengkonfirmasi kondisi ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di perairan Indonesia hingga enam meter yang diprakirakan terjadi pada periode 7 - 10 Januari 2026
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6-25 knot, sementara di wilayah selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif sama.
Kondisi itu berpotensi menyebabkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, antara lain perairan Morotai, Halmahera, Obi, Sanana, Taliabu, Kayoa, Kepulauan Loloda, Batang Dua, Ternate, Bacan, Teluk Weda, serta perairan Kepulauan Halmahera dan Gebe.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Laut Arafura bagian tengah dan timur, serta wilayah selatan Karimata bagian utara.
Adapun gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 4 hingga 6 meter diprakirakan berpeluang terjadi di perairan Laut Natuna Utara dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.




