BMKG: Waspadai gelombang 2,5 meter hingga 14 Januari 2026 di laut NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi gelombang laut 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 10-14 Januari 2026.
“Waspada potensi gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter di laut NTT hingga 14 Januari,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kota Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, Sabtu.
Ia menjelaskan potensi gelombang tersebut berpeluang terjadi di Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, perairan utara Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar.
Selain itu, Selat Sumba bagian barat, Selat Sumba bagian timur, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Sabu-Raijua, serta perairan selatan Timor-Rote.
BMKG mencatat secara sinoptik pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-35 knot. Kondisi ini turut berdampak pada ketinggian gelombang laut di sejumlah perairan tersebut.
Meski gelombang setinggi 1,5-2,5 meter masuk kategori sedang, kata dia, masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut tetap diimbau selalu waspada.
Bagi pengguna perahu nelayan, katanya, kewaspadaan perlu ditingkatkan bila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, sedangkan operator kapal tongkang diimbau waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
BMKG juga memantau adanya pusat tekanan rendah di timur laut Australia yang memicu belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT serta aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi hujan.
“Waspada pula terhadap kemunculan awan Cumulonimbus (awan gelap seputar bongkol) yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta menyebabkan perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba,” kata Yandri.




