BNN: Narkotika upaya sistematis lemahkan dan membodohi generasi bangsa
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengingatkan narkotika merupakan bentuk kejahatan luar biasa sekaligus upaya sistematis untuk melemahkan dan membodohi generasi bangsa.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengingatkan narkotika merupakan bentuk kejahatan luar biasa sekaligus upaya sistematis untuk melemahkan dan membodohi generasi bangsa.
Saat memberikan arahan kepada jajaran BNN Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Sabtu (17/1), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menuturkan peredaran gelap narkotika tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi.
"Peredaran gelap narkotika juga secara nyata menggerus kualitas sumber daya manusia, mengancam stabilitas sosial, serta melemahkan daya saing bangsa di masa depan," ucap Komjen Pol. Suyudi seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus dilaksanakan secara komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga selaras dengan penguatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta rehabilitasi.
Jenderal Polisi bintang tiga tersebut juga menekankan arah kebijakan pencegahan narkoba yang difokuskan pada perlindungan anak melalui program Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak Indonesia Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR), guna membangun ketahanan generasi sejak dini.
Lebih lanjut, Kepala BNN RI pun mendorong seluruh jajaran BNN di Kepulauan Riau untuk aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya.
"Terutama guna menumbuhkan kesadaran kolektif akan bahaya narkotika yang terus mengancam dengan berbagai modus dan strategi peredaran yang semakin kompleks dan masif," ungkapnya.
Dalam momentum tersebut, dirinya turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran BNN di wilayah Kepulauan Riau atas dedikasi, ketulusan, dan kerja keras yang selama ini telah ditunjukkan dalam upaya P4GN.
Ia berpesan agar semangat pengabdian tersebut tidak pernah surut dan setiap tugas yang dijalankan senantiasa dimaknai sebagai bagian dari ibadah.
Menurut Suyudi, sekecil apa pun upaya yang telah dilakukan memiliki arti besar, karena kontribusi tersebut secara nyata mampu menekan laju penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus melindungi masyarakat dan generasi masa depan dari ancaman narkotika.
Dia menginstruksikan seluruh jajarannya di Provinsi Kepulauan Riau untuk senantiasa memasang mata dan telinga guna meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini, serta penguatan upaya P4GN, mengingat Kepulauan Riau berada di garis depan wilayah perbatasan yang rawan terhadap peredaran gelap narkotika lintas negara.
Disebutkan bahwa terdiri atas 96 persen wilayah perairan dan 4 persen daratan, Provinsi Kepulauan Riau memiliki karakteristik geografis yang sangat terbuka dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
"Kondisi ini menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu wilayah yang rentan dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkotika internasional sebagai jalur masuk dan transit peredaran gelap narkotika menuju wilayah Indonesia," tutur Suyudi.




