BNPB: Akses Sibolga-Padang Sidempuan masih putus total

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan akses transportasi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut) mengalami kerusakan parah, termasuk putusnya jalur nasional Sibolga-Padang Sidempuan dan Sibolga-Tarutung akibat tertimbun longsor.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan alat berat dan armada udara namun karena material longsor menutup banyak titik sehingga upaya pembukaan akses membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar.
“Untuk akses transportasi Sibolga-Padang Sidempuan sudah kami kerjakan pembukaannya hingga sore hari ini dan seterusnya,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Selain jalur utama, beberapa jembatan di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga terputus, termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga-Manduamas.
Sejumlah jalur kabupaten belum dapat dilalui karena kondisi medan berat dan cuaca yang masih berubah-ubah.
Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah masih terisolir. Beberapa desa bahkan hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter atau setelah alat berat berhasil membersihkan material longsor.
Untuk mempercepat distribusi logistik dan pembukaan akses, BNPB mengerahkan lima helikopter perbantuan di Bandara Silangit, Tapamuli Tengah. Helikopter BNPB, heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5 dan helikopter swasta bergerak mendistribusikan bantuan ke titik-titik pengungsian.
Pesawat Cessna Caravan juga dimanfaatkan untuk mengirimkan logistik dan personel ke wilayah yang masih bisa dijangkau udara.
“Sibolga sebenarnya sudah dapat kami jangkau lewat udara untuk distribusi logistik, meskipun jalur darat belum tembus,” kata Suharyanto, seraya memastikan pembukaan akses dilakukan paralel dengan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.




