Buka dapur umum, Bhayangkari bantu korban banjir Kudus
Foto: Sutini/Kontributor ElshintaBanjir yang masih melanda sejumlah desa di Kabupaten Kudus Jawa Tengah membuat Bhayangkari Cabang Kudus turun langsung membantu warga terdampak.
Melalui dapur umum, pembagian sembako, serta trauma healing bagi anak-anak, Bhayangkari hadir di lokasi pengungsian Balai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, kabupaten Kudus, Jumat (23/1).
Ketua Bhayangkari Cabang Kudus, Raja Dona Heru, mengatakan kehadiran Bhayangkari merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang saat ini masih berada di pengungsian.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa memberikan manfaat dan sedikit mengurangi beban warga,” ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.
Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari tidak hanya menyalurkan bantuan, namun juga terlibat langsung dalam pengelolaan dapur umum.
Sejak pagi hari, Bhayangkari memasak dan menyiapkan makanan bagi para pengungsi. Makanan kemudian disajikan untuk makan siang dengan menu sederhana, di antaranya sayur asam, lele goreng, tahu goreng, dan sambal.
Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, Bhayangkari Cabang Kudus juga memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak pengungsi melalui kegiatan trauma healing. Berbagai permainan dan aktivitas edukatif dilakukan agar anak-anak tetap ceria dan tidak larut dalam kondisi trauma akibat bencana banjir.
“Anak-anak menjadi perhatian kami. Kami ingin mereka tetap tersenyum dan tidak mengalami trauma berkepanjangan meski sedang berada di pengungsian,” tambah istri Kapolres Kudus ini.
Bhayangkari juga menyerahkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung operasional posko pengungsian.
Kegiatan sosial ini tidak hanya dilakukan di Balai Desa Gulang, namun juga direncanakan menyasar lokasi pengungsian lainnya di wilayah Kabupaten Kudus.
Kepedulian Bhayangkari Cabang Kudus ini, menurut Kepala Desa Gulang, Aris Subkhan membuat warga terbantu apalagi saat ini jumlah pengungsi di Balai Desa Gulang tercatat sebanyak 216 orang dan seluruhnya dalam kondisi sehat.
“Kehadiran Bhayangkari yang turun langsung memasak dan mendampingi warga ini sangat membantu kami. Warga merasa diperhatikan dan terbantu,” ujarnya.
Aris menambahkan, para pengungsi berasal dari sejumlah desa terdampak banjir, seperti Desa Ngemplak, Karangrawo, Karanganyar, Payaman, hingga wilayah Kirig. Banjir di wilayah tersebut telah berlangsung sekitar delapan hari, sehingga warga masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.




