Bupati Kudus respon video viral diduga oknum pegawai RSUD Kudus
Bupati Kudus Jawa Tengah Sam"ani Intakoris merespon video tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus yang menjadi viral setelah diunggah oleh akun di media sosial. Dimana, bupati meminta kepada direktur utama Rumah Sakit plat merah tersebut untuk segera mengambil tindakan sesuai dengan aturan PNS maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Bupati Kudus Jawa Tengah Sam"ani Intakoris merespon video tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus yang menjadi viral setelah diunggah oleh akun di media sosial. Dimana, bupati meminta kepada direktur utama Rumah Sakit plat merah tersebut untuk segera mengambil tindakan sesuai dengan aturan PNS maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Hari ini kami sudah perintahkan kepada direktur RSUD untuk segera mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku jika yang bersangkutan PNS sesuai UU ASN dan jika pegawai BLUD sesuai aturan BLUD"; katanya di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (5/1).
Disebut, pihaknya belum mengetahui siapa pegawai tersebut makanya meminta segera ditindaklanjuti klarifikasi memanggil pihak-pihak terkait untuk kejelasannya.
Sementara itu, pihak manajemen RSUD dr. loekmono Hadi Kudus dr. Abdul Hakam membenarkan bahwa dia orang yang berada dalam rekaman video yang beredar tersebut merupakan pegawai rumah sakit tersebut.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2020 sekitar bulan Oktober. Meski demikian ia tetap bertanggung jawab secara profesional. Ia menyatakan memang kejadian itu melibatkan dua pegawai di lingkungan RSUD dan lokasinya juga dilingkungan RSUD.
Hakam menjelaskan, penelusuran terkait video itu direkam pada tahun 2020, karena video yang beredar tidak dicantumkan jelas waktu kejadian, namun berdasarkan klarifikasi ia memastikan bahwa peristiwa tersebut tahun 2020 masih kejadian berlangsung sebelum kepemimpinannya.
"Sebagai bentuk tanggung jawab kami melakukan langkah mitigasi dengan memanggil semua pihak untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan kami lakukan dari bagian rumah tangga, petugas keamanan termasuk mantan satpam dan pihak-pihak yang bersangkutan serta saksi-saksi lain yang diduga mengetahui kejadian tersebut," ujarnya.
Ditambahkan, manajemen telah memanggil lima orang saksi namun dipastikan pemeriksaan belum berhenti karena masih akan memanggil pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan termasuk dia oknum yang diduga terliba.
"Semua pemeriksaan kami tuangkan dalam berita acara sebagai laporan ke pemkab dan ke pihak inspektorat," imbuh Hakam seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (5/1).
Atas kejadian ini pihak RSUD juga sudah menonaktifkan dua oknum pegawai yang diduga dalam video tersebut untuk memperlancar pemeriksaan. Sementara terkait beredarnya video yang menjadi viral, ia mengaku mengganggu pelayanan publik serta mencoreng Citra RSUD dokter Loekman Hadi Kudus sebagai institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah.




