Top
Begin typing your search above and press return to search.

Daerah Indonesia timur defisit pangan 80 persen, Komisi IV Riyono minta perhatian serius pemerintah

Daerah Indonesia timur defisit pangan 80 persen, Komisi IV Riyono minta perhatian serius pemerintah
X

Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Pangan adalah hak asasi manusia, negara wajib hadir menyediakan kepada rakyatnya. Hadirnya program Presiden Prabowo dengan MBG adalah wujud kewajiban ini secara bertahap.

Pangan adalah jantung kedaulatan negara, 50 pesen problem negara adalah perut rakyat yang harus terisi pangan bergizi mulai dari Sabang sampai Merauke.

“Stok pangan wajib terjamin di perkotaan sampai perdesaan, dari daerah maju sampai daerah terluar dan tertinggal sebagai bukti kehadiran negara mengurus pangan rakyatnya,” papar Riyono Caping Aleg komisi IV DPR, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Catatan dari Kemenko Pangan 2026 merujuk kepada hasil survey Bapanas 2025 disebutkan bahwa daerah Defisit pangan masih ada 85 kabupaten yang di dominasi oleh daerah di kawasan timur Indonesia, ada Papua (35.6%) dan Maluku (30.27%) sebagai propinsi dengan defisit pangan yang besar.

“Defisit Pangan ini kondisi di mana ketercukupan pangan di sebuah wilayah/daerah tidak mampu di penuhi oleh produksi daerah itu sendiri, dari sisi stok, akses dan distribusi pangan rawan akan terjadi kenaikan harga yang anomali dan bisa menyebabkan kan kelangkaan pangan strategis” papar Riyono Caping.

Ada kurang lebih 85 kabupaten kota yang masuk kategori defisit pangan mulai dari beras, minyak sampai gula. Kondisi ini tentu tidak ideal saat menjelang hari besar agama Islam, Ramadhan dan Lebaran. Perlu ada antisipasi dan persiapan lebih matang agar 85 wilayah tersebut tidak menimbulkan gejolak yang seolah - solah mewakili seluruh Indonesia.

“Bapanas harus memantau ketat keberadaan 85 kabupaten yang masuk defisit pangan ini, jaga betul dan pastikan stok pangan aman sekaligus harga terjangkau masyarakat. Jangan sampai prestasi swasembada beras kita tercoreng karena rakyat berpikir harga beras masih mahal. Inilah yang harus di pahami dan di intervensi oleh negara” tambah Riyono Caping.

Penguatan pangan lokal dan peningkatan kapasitas produksi lokal menjadi salah satu kunci bagi pengurangan defisit pangan bagi daerah yang masuk indeks rawan pangan ini. Pembangunan food estate di Papua dan Maluku harus terus di monitor dan pastikan mampu berkontribusi mengurangi defisit pangan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire